RIAUMAG.COM , BANDUNG ——-
Suatu ketika, Nabi Sulaiman ditawari oleh Allah memilih antara ilmu, harta, dan tahta. Nabi Sulaiman dengan tegas memilih ilmu. Dengan pilihan itu, Nabi Sulaiman akhirnya mendapatkan harta dan tahta sebagai raja yang berkuasa tiada tanding didunia.
Dalam sejarah Islam, kita juga mendapatkan pelajaran lain dari Ali bin Abi Tholib ra. Yang disebut sebagai kunci dari gudang ilmu. Berikut alasan Ali yang juga memilih ilmu sebagai warisan terbaik manusia :
- Ilmu akan menjaga dirimu, sementara harta malah sebaliknya, engkau yang harus menjaganya.
- Orang yang banyak ilmunya akan banyak pula orang yang menyayangi dan hormat kepadanya, sedangkan orang yang memiliki banyak harta akan banyak pula musuh dan orang yang iri kepadanya.
- Bila engkau gunakan, maka ilmu akan semakin bertambah banyak, akan tetapi sebaliknya, bila harta engkau gunakan, maka semakin lama akan semakin berkurang.
- llmu itu tidak ada pencurinya, sedangkan harta banyak sekali pencurinya.
- Pemilik ilmu akan diberi syafa’at (pertolongan), sementara pemilik harta akan dihisab (diusut asal-muasal dan penggunaannya) oleh Allah.
- Ilmu akan abadi selamanya, sedangkan harta sebaliknya. Harta adalah sesuatu yang fana dan suatu saat pasti akan habis tak bersisa.
- Pemilik ilmu dijunjung tinggi karena kualitas manusianya, sedangkan pemilik harta dijunjung tinggi karena jumlah harta-bendanya.
- Ilmu itu akan menyinarimu sehingga hati menjadi lembut, tidak beku dan hidup menjadi tenteram. Sedangkan harta sering kali membuat gelap mata, hati menjadi keras dan hidup menjadi tidak tenang, susah dan gelisah.
Itulah ilmu “mulia” yang dihasilkan dari proses pendidikan “mulia”. Hasilnya adalah keberkahan dan keajaiban. Karena dengan mendapatkannya bisa meraih yang lainnya.
Namun ada pula ilmu “hina” yang dihasilkan dari proses pendidikan yang “hina” pula. Hasilnya bisa jadi hanyalah gelar, kepintaran dan kekayaan. Namun tidak menghasilkan keberkahan. Bahkan, ada ilmu yang justru melahirkan kerusakan.
Rabbana, jadikan kami generasi yang mulia karena ilmu.
Jadikan kami bisa menghargai pendidikan dengan proses yang mulia, agar dengannya kami mendapatkan keberkahan…
Amin
“Selamat Hari Pendidikan Nasional”
–@AM.Nasrulloh–





















