RIAUMAG.COM , BANDUNG ——-
Pengkhianatan dan perselingkuhan seolah lumrah akhir-akhir ini. Beragam normalisasi dengan peristiwa, cerita film, dan broadcast sosial media menjadi “corong” persebarannya. Padahal, ini tindakan keji dan menjijikkan.
Pengkhianatan adalah tindakan yang melanggar empat aspek fundamental dalam sebuah ikatan diri dan sosial, yaitu:
1. Pelanggaran terhadap janji dan komitmen.
Inti pengkhianatan adalah pelanggaran terhadap sumpah dan janji yang diucapkan sebelumnya. Padahal setiap janji hakikatnya disaksikan oleh Allah SWT. Seseorang telah berjanji di hadapan Allah dan manusia, namun ia melanggar janji tersebut demi kepuasan diri sendiri, merusak ikatan yang telah dibangun.
2. Pelanggaran terhadap kepercayaan.
Ikatan didasarkan pada amanah (kepercayaan). Setiap pihak awalnya saling memercayai untuk setia, bekerja bersama dan sebaliknya. Namun kemudian, menyalahgunakan amanah ini dengan melakukan perbuatan tersembunyi yang merusak martabat, serta menjadikannya korban ketidakjujuran yang sistemik.
3. Pelanggaran terhadap keadilan.
Setiap ikatan memiliki hak untuk ditunaikan secara adil. Namun, pengkhianatan menjadikan hak itu teralihkan kepada pihak lain. Ini adalah bentuk ketidakadilan perlakuan yang sangat merugikan pihak yang dikhianati.
4. Perusakan terhadap diri sendiri.
Karena pengkhianatan adalah bentuk penyerahan diri terhadap godaan dan hawa nafsu sesaat, mengabaikan akal sehat dan nilai spiritual.
Pelaku telah menjual kebahagiaan jangka panjang dan keberkahan hidup demi kesenangan sesaat, yang pada akhirnya membawa penyesalan dan dosa.
Sehingga,
Mari tutup peluang berkhianat dengan menghormati diri sendiri saat menjaga komitmen dan ikatan. Bersikaplah adil dan jaga kepercayaan yang telah dimiliki. Sayangi diri dengan tidak merusaknya melalui pengkhianatan kehidupan.
Semoga Allah menjaga kita dari keburukan dan segala jenis pengkhianatan… Aamiin.
–@am.nasrulloh–






















