RIAUMAG.COM , BANDUNG
Inilah beberapa ironi dunia yang paling menyedihkan :
Saat lembaga dan pelaku pendidikan yang tidak mendidik.
Saat lembaga dan pelaku peradilan yang tidak adil.
Saat lembaga dan petugas keamanan yang tidak memberi rasa aman.
Saat pemerintah dan aparatnya yang tidak tidak memberi kesejahteraan.
Saat para wakil rakyat yang tidak berada di pihak rakyat.
Atau saat para penyelenggara negara yang tidak negarawan.
Maka lihatlah, pasti terjadi KEHANCURAN.
Karena apapun jika tidak berfungsi akan menjadi seonggok koleksi tanpa arti.
Perlu segera reparasi, agar tak berkarat dan menjadi beban setiap zaman.
Beruntungnya kita telah memiliki solusi atas segala ironi. Telah terbukti bisa menyelesaikan ironi kehidupan jahiliyyah terendah hingga menjadi peradaban mulia penuh berkah.
Lahir dan hidupnya istimewa, menjadi contoh solusi sepanjang masa.
Sehingga, saatnya kembali kepada solusi hakiki itu. Ditengah sekian tuntutan dan ironi, wajib hadir lantangnya keyakinan bahwa kita harus kembali kepada solusi yang telah terbukti. Bukan kepada konsep yang masih asumsi.
Sosok solusi itulah yang kini kita ingat kelahirannya. Pemberi syafaat dan pelindung kita dari segala kericuhan dunia-akhirat. Semoga kita layak mendapat pengakuan sebagai umatnya, karena telah berusaha menjadikannya pedoman segala keadaan.
“Sungguh, pada (diri) Rasulullah benar-benar ada suri teladan yang baik bagimu, (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari Kiamat serta yang banyak mengingat Allah” (QS. 33:21).
Allahumma shalli ‘ala Muhammad… Saw.
12 Rabiul Awwal 1447H
— am.nasrulloh —






















