RIAUMAG.COM , BANDUNG
Kita perlu aliran kebaikan dan cucuran rahmat atas doa setiap keinginan. Mengalir deras tanpa henti walau dalam prosesnya ada onak silih berganti. Perlu cara agar itu terwujud, sehingga aliran kebaikan bisa menyertai aliran kehidupan.
Hukum dasarnya adalah, alirkan dari posisi tinggi menuju kepada posisi yang lebih rendah. Sehingga, saat kita meminta maka rendahkan diri dihadapan pihak pemberi.
Rasulullah berpesan :
“Waktu yang paling dekat antara seorang hamba dengan Tuhannya adalah ketika sujud, maka perbanyaklah doa.” (HR. Muslim, Abu Daud & Nasai)
Saat merendahkan diri itulah, wasilah kita mengalirkan berbagai kemuliaan dariNya. Bersujud, sebagai ikhlas diri untuk menjadikan harap terwujud. Sekaligus, mengharap hadirnya berbagai kebaikan.
“Tidaklah seorang hamba melakukan sujud sekali kepada Allah, kecuali Allah akan menuliskan baginya satu kebaikan, menghapus satu keburukan, dan mengangkatnya satu derajat. Oleh sebab itu perbanyaklah melakukan sujud.” (HR. Ibnu Majah)
Hikmahnya, berlatih turunkan ego dan senantiasa merendahkan diri merupakan kunci hajat dikabulkan. Selayaknya sujud yang akan membuat harapan terwujud. Serta yang utama, kita bisa berkesempatan mendapatkan syafaatNya kelak.
Rabi’ah bin Kaab ra, salah seorang pelayan Rasulullah berkata, Aku pernah bermalam bersama Rasulullah, lalu aku menyiapkan air wudhu` dan keperluan beliau. Lalu beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda kepadaku, ‘Mintalah sesuatu!’ Maka sayapun menjawab, ‘Aku meminta kepadamu agar memberi petunjuk kepadaku tentang sebab-sebab agar aku bisa menemanimu di Surga’. Beliau menjawab, ‘Ada lagi selain itu?’. ‘Itu saja cukup ya Rasulullah’, jawabku. Maka Rasulullah bersabda, ‘Jika demikian, bantulah aku atas dirimu (untuk mewujudkan permintaanmu) dengan memperbanyak sujud” (HR. Muslim, no. 489).
–@am.nasrulloh–
































