RIAUMAG.COM-Enam bulan menjelang Pilkada Serentak, 27 November 2024, bursa bakal calon Walikota/Wakil Walikota Payakumbuh terus menggelinding. Nama yang kini juga menjadi perhatian publik, adalah Dr. dr. Zulmaeta, Sp. Og-KFM Dt. Rangkayo Basa. Pria 60 tahun itu ingin mengabdi untuk Kota Payakumbuh, menuju kota yang lebih maju.
Dr. Zulmaeta berbicang khusus dengan jernihnews.com di kediaman Yoherman, SH, S.Sos, Ahad (21/04/2024) malam di Lingkungan Balai Cacang Koto Nan Godang. Zulmaeta, urang sumando Koto Nan Godang ini mengaku memang ingin serius maju di Pilkada Kota Payakumbuh. Waktu tiga jam lebih pun meluncur tak terasa di cakap-cakap tersebut.
Zulmaeta bersilaturahmi ke rumah Yoherman, purna tugas Asisten I Pemko Payakumbuh, untuk memberikan ucapan selamat kepada Yoherman yang pada Sabtu (20/04/2024) melangsungkan pesta pernikahan anaknya. Zulmaeta pun datang sehari setelah pesta. Zulmaeta didampingi sang istri yang merupakan seorang notaris. Yoherman juga didampingi istri. Suasana di antara mereka begitu akrab dan serasa badunsanak.
Pembuka kata, owner RS. Andini Kota Pekanbaru Riau itu menyatakan di usianya yang masuk pada sesi pengabdian, maka dia ingin mengabdi untuk tanah kelahirannya Kota Payakumbuh. Pria yang dulu bersekolah di SDN 5 Kota Payakumbuh (Tarok), SMPN 1 Payakumbuh dan SMAN 2 Payakumbuh ini pun dengan mantap mengambil keputusan untuk mengajukan mundur sebagai dosen ASN Universitas Riau (Unri) demi untuk Pilkada Kota Payakumbuh.
Ingin gerak cepat, dan popularitas serta tingkat elektabilitasnya terus naik, maka pria yang juga memiliki lahan sawit dan peternakan ayam itu pun membuka “Rumah Aspirasi Zulmaeta” di Jl. Sudirman Payakumbuh atau Simpang Tiga Masjid Ansharullah Muhammadiyah Kota Payakumbuh. Karena rumah aspirasi itu berada pada lokasi yang sangat strategis, maka langkah Zulmaeta bersosialisasi pun terasa lempang. Kejut politik Zulmaeta langsung menjadi buah bibir.
Dengan parpol apa Zulmaeta akan berlayar? Menjawab pertanyaan itu, Zulmaeta yang didampingi istri pun menegaskan bahwa kini saatnya dia memacu tingkat popularitas dan elektabilitasnya. Karena parpol-parpol juga akan melakukan survei. Ketika popularitas dan elektabilitasnya baik, maka dia yakin dengan sendirinya parpol akan datang meminangnya.
Selain itu, Zulmaeta adalah saudara kandung atau adik dari Wakil Ketua DPRD Kota Payakumbuh Armen Faindal dari Partai Demokrat. Bisa saja partai berlambang mersi itu ibarat lauak dalam balango bagi Zulmaeta. Jika itu yang terjadi maka Zulmaeta tinggal mencari 2 kursi lagi dari parpol lain, mengingat Partai Demokrat memiliki 3 kursi di DPRD Kota Payakumbuh hasil dari Pileg 2024. Sedangkan persyaratan untuk dapat mengusung calon adalah 5 kursi. “Mudah-mudahan demikian,” kata Zulmaeta, sembari mengungkap komunikasi-komunikasi politik yang telah dilakukannya dengan beberapa parpol politik.
Ingin Payakumbuh Lebih Maju
Zulmaeta yang merupakan dokter spesialis kandungan, berkeinginan membawa Kota Payakumbuh menjadi maju di berbagai sektor. Sektor pembangunan di bidang kesehatan, pariwisata, pendidikan, perdagangan, UMKM dan pertanain perhatian penting bagi Zulmaeta. Dia dan istrinya pun bercerita pengalaman perjalanannya ke berbagai belahan dunia.
Dari perjalanannya ke berbagai negara itu banyak hal yang bisa dicontoh dan diterapkan di Kota Payakumbuh. Dia pun mengungkap soal kawasan Batang Agam yang sangat luar biasa dan perlu ditindaklanjuti dengan inovasi-inovasi sehingga memiliki nilai jual bagi pariwisata dan pengembangan kawasan bernilai lainnya.
Pria dengan empat orang anak yang semuanya dokter ini, juga berkeinginan membawa investor ke Kota Payakumbuh untuk membangun hotel berbintang. Dengan demikian wisatawan dari Riau dan daerah lainnya tidak saja berkunjung ke Bukittinggi atau Harau, tapi juga singgah atau bahkan menginap dan berbelanja produk-produk UMKM di Payakumbuh, termasuk berwisata kuliner.
Di samping itu Zulmaeta juga ingin membangun Pemeritahan Kota Payakumbuh menjadi pemerintahan yang bersih dan akuntabel. Dia tak ingin bermain proyek atau minta-minta fee proyek kepada para kontraktor yang menjadi mitra Pemko Payakumbuh. Sebab baginya, niat pulang ke Payakumbuh adalah untuk mengabdi bukan untuk mencari uang atau pun kekayaan. “Dengan yang apa telah kami miliki, rasanya sudah cukuplah bagi kami. Sehingga kami tidak lagi berharap sesuatu atau materi dari kontraktor. Yang penting kerjanya selesai dan bagus,” kata Zulmaeta, yang mengaku berasal dari keluarga yang sangat sederhana, sehingga dia dipaksa bercita-cita menjadi dokter oleh Kepsek SDN 5 Payakumbuh ketika itu Yunardi.
































