RIAUMAG.COM , PEKANBARU——-Langit Pekanbaru kembali kelabu. Sejak Sabtu malam, kabut asap pekat menyelimuti Kota Bertuah. Jarak pandang terbatas, udara terasa perih di mata dan sesak di dada. Aktivitas warga lumpuh. Yang paling terdengar jelas adalah suara batuk anak-anak.
Pemerintah Kota Pekanbaru terpaksa mengambil keputusan berat: meliburkan seluruh sekolah mulai 7 & 8 September 2026. Keputusan itu diambil demi melindungi ribuan siswa dari dampak buruk polusi. Namun bagi para orang tua, libur ini justru menambah beban. Bekerja harus jalan, sementara anak harus dijaga di rumah dengan udara yang tidak sehat.
Di tengah keprihatinan itu, Yayasan Relawan Rakyat Bahagia hadir membawa sedikit harapan. Dengan menggunakan masker dan pelindung diri, para relawan menyusuri sekolah-sekolah dasar yang masih beraktivitas administrasi dan menyalurkan bantuan langsung kepada siswa dan guru.
Ribuan masker dibagikan secara gratis. Bantuan menyasar SDN 157, SDN 11, SDN 23, SD IT Alhusna, SDN 69, SDN 30, SDN 132 dan SDN 7. Tidak hanya sekolah, bantuan juga diberikan kepada garda terdepan. Kantor Camat Limapuluh, keLurahan Rintis, Kelurahan Tj. Rhu, peserta MTQ di Kel. Pesisir, Polsek 50 dan Koramil 0301-04 Kecamatan Limapuluh menerima masker untuk personel yang setiap hari berjaga di lapangan di tengah asap.
“Kami melihat anak-anak. Mata mereka berair, napas mereka pendek. Guru-guru juga tetap masuk walau sekolah diliburkan. Hati kami miris,” ujar syaifullah Rozikin, yang merupakan Ketua Yayasan Relawan Rakyat bahagia didampingi oleh Bapak Sukamto Pengawas dan Bapak Robby Pembina dari relawan Rakyat bahagia.
Kepala SDN 23 menuturkan, masker ini sangat membantu. “Kami khawatir anak-anak yang terpaksa keluar rumah. Setidaknya dengan masker ini mereka punya pelindung. Terima kasih Relawan Rakyat Bahagia,” ucapnya lirih.
Relawan Rakyat Bahagia berharap, bencana ini segera berakhir dan aktivitas dapat kembali normal.
Sementara itu, relawan Rakyat bahagia akan terus berkeliling membagikan masker ke sekolah dan fasilitas umum lainnya.
Di balik asap yang menyengat, aksi kecil ini menjadi pengingat: di saat keadaan paling sulit, kepedulianlah yang membuat kita tetap bisa bernapas, bersama kita bisa – Rakyat Bahagia.(SR/RIAUMAG.COM)





























