oleh : Doktor Saidul Amin, MA
RIAUMAG.COM , JAKARTA ——Beberapa waktu yang lalu kami menulis surat kepada Menteri Pertanahan RI Dr. Andi Amran Sulaiman memintanya memberi petuah kepada Mahasiswa Baru UMRI dalam rangka acara Pengenalan Kehidupan Kampus Mahasiswa Baru (PKKMB) pada bulan September ini. Lama juga surat itu tiada balasan. Saya fikir Menteri tentu sibuk, banyak hal yang harus diurusnya. Maklum Menteri Pertanian yang dituntut untuk swasembada pangan.
Sore kemarin tiba-tiba, angku Labai staf Rektor UMRI menyampaikan bahwa pak Menteri bersedia menerima Rektor pagi kamis jam 10. Waduh, ini sudah sore hampir malam. Apa persiapan yang akan dibawa pertemuan besok. Apalagi kabut asap masih menggila. Naik pesawat dalam kondisi cuaca seperti ini sport jantung kita dibuatnya. Tapi kalau tidak pergi sekarang, kapan lagi ? Ini momen untuk memperkenalkan universitas kita.
Akhirnya saya pergi dengan pesawat paling pagi dan rencana kembali sore hari. Setelah menunaikan solat subuh, terdengar pengumuman naik pesawat untuk mengudara menuju Jakarta. Hampir jam 8 pagi roda burung besi raksasa itu mengecup landasan bandara Sukarno Hatta. Lalu dengan taksi blue bird kami menuju Kementerian Pertanian.
Pak Rektor, pak Menteri akan menerima jam 10 nanti, kata protokol kementerian ketika melihat saya tiba. Lalu kami dibawa ke ruang tunggu yang lumayan nyaman. Jam 10 lebih sedikit, pak Menteri datang dengan gaya yang sama sekali tidak formal. Ada beberapa rombongan yang diterimanya. Ketika giliran saya, dia langsung ngomong, pak Rektor apa yang bisa dibantu ?
Saya agak tertegun dengan Menteri satu ini yang tidak ada basa-basi. Saya sadar waktu sedikit, beliau sangat sibuk. Lalu saya katakan, pak Menteri saya ingin menyampaikan 3 hal saja. Pertama, tolong bapak memberikan kesadaran akan pentingnya ketahanan pangan kepada mahasiswa baru kami dalam acara PKKMB bulan September ini. Kedua, tolong bapak resmikan program Ketahanan Pangan. Berbasis Kampus (KPBK) yang diplopori UMRI. Ketiga, tolong bapak lantik Brigade Ketahanan Pangan UMRI yang terdiri dari Staf, Mahasiswa dan Masyarakat Itu saja. Saya lihat wajahnya ceria sekali. Lalu dia berkata kepada stafnya. Tolong bantu bibit kelapa dan lainnya untuk UMRI seluas lahan 10 hektar. Beri bantuan traktor dan siapkan biaya penanaman. Itu saja. Lalu saya diajak berfoto dan kamipun berpisah. Luar biasa. Ini baru Menteri, tidak banyak teori.
Di perjalanan ke bandara saya hanya bisa tersenyum memaknai setiap detik pertemuan tadi. Akhirnya jam 3 sore saya kembali ke pekanbaru. Subuh pergi jumpa Menteri dan sore pulang jumpa isteri. Inilah kisah sesaat bersama Menteri.(RIAUMAG.COM)



























