RIAUMAG.COM , JAKARTA——– Ahad pagi 4 Oktober Besok di kawasan Thamrin, Jakarta, bakal menjadi momentum berbeda bagi keluarga besar alumni Universitas Bung Hatta (UBH) di Jabodetabek. Bukan sekadar berolahraga, para alumni UBH akan turun bersama dalam Jakarta Car Free Day IKBA UBH

Kegiatan yang dikemas santai dan penuh kekeluargaan ini mengambil titik kumpul sekaligus start di depan Graha Mandiri, Jalan Imam Bonjol, Jakarta. Dari titik tersebut, peserta akan bergerak melintasi kawasan Bundaran HI dan Patung Kuda Monas, sebelum kembali ke Graha Mandiri.
Menariknya, kegiatan ini mendapat dukungan dari Kuliner Minang Duo Datuak, salah satu kuliner Minang yang berada di kawasan Car Free Day depan Graha Mandiri.
Duo Datuak tidak sekadar menjadi bagian dari suasana kuliner pagi Jakarta. Mereka ikut mengambil peran dalam mendukung kelancaran kegiatan alumni UBH dengan menyediakan sejumlah perlengkapan yang dibutuhkan panitia.
Mulai dari sound system, Handy Talky (HT), hingga bendera start disiapkan untuk membantu pelaksanaan Jakarta Car Free Day IKBA UBH.
Bukan Sekadar Lari dan Jalan Pagi
Koordinator Jakarta Car Free Day IKBA UBH, Sylvia Sar atau Ice, mengapresiasi dukungan yang diberikan Kuliner Minang Duo Datuak.
“Terima kasih kepada Kuliner Duo Datuak yang telah menyediakan beberapa kebutuhan perlengkapan panitia,” ujar Ice.

Menurut Ice, kegiatan ini sengaja dikemas sebagai ruang pertemuan informal bagi alumni UBH yang berada di Jabodetabek.
Car Free Day menjadi pilihan karena olahraga dapat menjadi pintu masuk untuk mempertemukan alumni dalam suasana yang lebih santai, tanpa sekat dan tanpa agenda yang terlalu formal.
“Kami berharap Jakarta Car Free Day ini bisa diikuti alumni yang berada di Jabodetabek. Selain sebagai sarana olahraga, tentunya juga menjadi ajang silaturahmi sesama alumni,” katanya.
Kehadiran Ketua Umum IKBA UBH, Bung Mardiansyah, juga telah dikonfirmasi untuk ikut dalam kegiatan tersebut.

Alumni Bertemu, Silaturahmi Terjaga
Salah seorang alumni UBH yang berdomisili di Jakarta, Ike Agung, juga menyambut kegiatan tersebut.

Ike yang pernah dipercaya sebagai Ketua Umum IKBA UBH periode 2016–2021 menilai Car Free Day menjadi momentum yang sederhana, namun memiliki manfaat besar bagi jejaring alumni.
“Kegiatan ini sangat bermanfaat. Selain olahraga, sekaligus menjadi ajang silaturahmi, menjalin komunikasi langsung dan keakraban sesama alumni,” kata Ike.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh alumni yang ikut mendukung kegiatan tersebut.
Secara khusus, Ike mengucapkan terima kasih kepada Uda Daswil, yang menurutnya selama ini konsisten menginspirasi pentingnya menjaga kesehatan melalui olahraga.
Dukungan tersebut juga kemudian mempertemukan panitia dengan pemilik Kuliner Minang Duo Datuak hingga akhirnya sejumlah kebutuhan kegiatan dapat difasilitasi.
“Kami menyampaikan terima kasih atas dukungan semua alumni, terutama Uda Daswil yang selalu menginspirasi pentingnya berolahraga dan telah memediasi dengan owner Kuliner Duo Datuak untuk membantu lancarnya kegiatan Jakarta Car Free Day IKBA UBH,” ujar Ike.
Dari Lapau Minang, Menguatkan Persaudaraan Alumni
Kehadiran Duo Datuak dalam kegiatan ini juga memperlihatkan bagaimana ruang-ruang usaha dan komunitas dapat bertemu dalam sebuah kegiatan sosial yang sederhana.
Di tengah ramainya kawasan Car Free Day Jakarta, semangat olahraga bertemu dengan semangat badunsanak—bersilaturahmi dan menjaga hubungan kekeluargaan.
Bagi alumni UBH di Jabodetabek, Minggu pagi itu bukan hanya tentang berapa kilometer langkah yang ditempuh.
Ada ruang untuk bertemu kawan lama, mengenal alumni baru, berbagi cerita, dan kembali menguatkan ikatan sebagai bagian dari keluarga besar Universitas Bung Hatta.
Dan di antara riuhnya Thamrin, dukungan dari Kuliner Minang Duo Datuak ikut menjadi bagian dari cerita kecil tentang olahraga, kuliner, dan persaudaraan alumni UBH di Jakarta.(RIAUMAG.COM)






















