
RIAUMAG13—-Timnas Malaysia bisa melejit di ranking FIFA lantaran rutin menggelar pertandingan, PSSI enggan melakukannya.
Jeda internasional November tiba, fans sepak bola Indonesia patut miris melihat posisi timnas Indonesia di ranking FIFA.
Timnas Indonesia merampungkan Kualifikasi Piala Dunia 2026 dengan melorot ke posisi 122 dunia.
Di Asia Tenggara, posisi tersebut hanya menempati urutan empat, di bawah Thailand, (96), Vietnam (111), dan Malaysia (118).
Thailand dan Vietnam memang sudah lama menjadi kekuatan terbesar Asia Tenggara, sehingga posisi mereka memang wajar adanya.
Namun melihat timnas Malaysia berada di atas Indonesia merupakan sebuah tamparan bagi PSSI.
Timnas Malaysia bisa melejit di ranking FIFA lantaran Federasi Sepak Bola-nya (FAM) rutin memaksimalkan laga FIFA Matchday.
Sepanjang 2025, Harimau Malaya selalu memanfaatkan kesempatan pada jeda internasional Maret, Juni, September, Oktober, dan November.
Saking seringnya Malaysia menggelar pertandingan, fans Indonesia sempat mengejek negeri rival sedang mencoba “push rank”.
Lawan yang dipilih FAM untuk menghadapi memang tergolong lemah, sehingga mudah bagi Malaysia untuk mengumpulkan poin.
Deretan lawan lebih ringan (secara ranking FIFA) yang pernah dikalahkan contohnya Laos (3-1, November 2024) dan Singapura (2-1, September 2025).
Ditambah laga-laga enteng di Kualifikasi Piala Asia 2027, wajar apabila Malaysia mendongkrak posisinya di ranking FIFA.
Hal semacam itu yang tampak enggan dilakukan PSSI, padahal ketum Erick Thohir mencanangkan target 100 besar dunia.
Pada jeda internasional November ini, PSSI tidak menggelar pertandingan dengan dalih berfokus pada SEA Games 2025.
Dampak dari kebijakan ngirit tersebut, timnas Indonesia tak bertanding, tak ada tambahan poin FIFA, pemain menganggur, dan potensi disalip negara pesaing.
Agenda timnas U-22 Indonesia kontra Mali tak akan dihitung FIFA Matchday, karena bukan tim senior.
“Jadi yang FIFA Matchday Game ini tidak kami daftarkan di tier 1,” ujar manajer Sumardji menjawab pertanyaan BolaSport.com kemarin.
“Ini kita daftarkan di tier 2. Kenapa? Karena lawan kita juga U22. Sehingga memang tidak mempengaruhi ranking FIFA,” jelasnya.






















