RIAUMAG.COM , PEKANBARU——Menjelang di laksanakannya Musyawarah Daerah ( Musda) DPD I Golkar Riau, mulai terasa persaingan antar lawan dimana di prediksi akan bertarung 2 Pejabat publik Riau yakni Wakil Ketua DPRD Propinsi Riau Parisman Ikhwan dan Wakil Gubernur Riau SF. Harianto.
Kedua petarung ini pun sudah mendapatkan restu dari DPP Pusat Partai Golkar melalui Ketua Umum Bahlil Lahadia yang juga merupakan Menteri ESDM RI Kabinet Prabowo Subianto. Riak perjalanan politik dari kedua tokoh ini sudah terasa dimana mematik pendapat dari Wakil Sekretaris Jenderal Dewan Pimpinan Pusat Partai Golkar Lisman Hasibuan di media online Urbannews.id, menyampaikan bahwa SF Harianto tidak memenuhi sejumlah persyaratan untuk maju sebagai calon Ketua DPD I Golkar Riau pada musyawarah daerah.
Melihat apa yang disampaikan oleh Bung Lisman begitu sapaan akrabnya menarik perhatian Andri Syah Ketua MKGR Kota Pekanbaru yang juga pengurusan DPD 1 Riau, dalam penafsirannya yang bisa di panggil bung Andre mengatakan apa yang disampaikan oleh Wasekjend DPP saudara Lisman adalah bentuk opini yang sengaja di sampaikan ke publik sehingga menjadi sebuah realita atau fakta dari kejadian.
Selaku Wasekjend staitment saudara Lisman tersebut seakan menggiring opini peluang pak SF Hariyanto kandas, Seharusnya sebagai wasekjend bung Lisman harus berpedoman pada Juklak Musda Tahun 2025 secara utuh tidak parsial. Seharusnya beliau berfikir komprehensif mendukung untuk Golkar yang lebih baik kedepannya bukan seolah-olah menjadi tim sukses salah satu calon dan seorang politisi yang baperan karena dalam sebuah dinamika politik ini hal yang biasa, apapun bisa berubah menurut kondisi yang ada, kalau ketemu sudah merestui keduanya jangan pula bung Lisman mencoba mangaburkan dan seakan-akan mendahului Ketua Umum DPP Kakanda yang mulia Bahlil Lahadia, seperti pepatah “bagai menentang matahari”.
“Liat konteksnya untuk Golkar Riau kedepan yang lebih baik, ini pertaruhkan Golkar Riau kedepan keduanya sudah fight untuk bertarung dan sudah mendapatkan restu dari Ketum jangan kita berkutat yang mana aturan kita bisa rubah melihat kondisional saat musda, Jangan Baperan dulu kita politisi ini ” tutup Bung Andre

























