
RIAUMAG13—-– Sensasi tunggal putri Jepang, Asuka Takahashi, akhirnya harus terhenti di tangan Gregoria Mariska Tunjung pada perempat final Kumamoto Masters 2025.
Asuka Takahashi menjadi salah satu tunggal putri yang mampu mewakili tuan rumah bersama Nozomi Okuhara sampai babak delapan besar.
Sebelumnya, dia berhasil mengalahkan pemain muda Indonesia, Ni Kadek Dhinda Amartya Pratiwi, pada babak 16 besar.
Namun, langkah Takahashi kandas saat berhadapan dengan senior Dhinda, Gregoria Mariska Tunjung.
Dia kalah via rubber game dengan skor 21-16, 14-21, 13-21 dalam pertandingan yang digelar di Kumamoto Prefectural Gymnasium, Kumamoto, Jepang, Jumat (14/11/2025).
Takahashi membuka gim pertama dengan sangat baik setelah mengandalkan kecepatannya yang cukup agresif.
Pemain dengan ranking 71 dunia itu bermain lebih lepas karena menghadapi pemain yang secara level berada jauh di atasnya.
“Dia pemain yang bersaing di level sangat tinggi di dunia,” kata Takahashi, dilansir dari Badminton Spirit.
“Saya baru menghadapinya hari ini, tetapi saya memasuki lapangan dengan semangat seorang penantang,” imbuh pemain yang pada September lalu tampil di Indonesia Masters Super 100.
Semangat Takahashi bertambah karena ingin bermain lebih baik daripada dua babak sebelumnya.
Di babak 32 besar dan 16 besar dia selalu kalah duluan pada gim pertama dan baru bisa membalas pada dua gim berikutnya.
Apes, menghadapi Gregoria, ceritanya berbeda.
“Saya tahu jika saya terus bermain seperti itu maka saya akan kalah, jadi saya memulai dengan tekad besar,” kata Takahashi.
“Saya rasa saya meningkat. Namun, pada gim kedua dan ketiga, lawan saya mulai terbiasa dengan pukulan saya, dan mungkin dia memperhatikan saya pada gim pertama.”
Dia mulai meningkatkan kecepatannya sejak gim kedua dan seterusnya. Saya menyadari bahwa pemain top berbeda.”
“Ada beberapa momen dalam pertandingan ketika pukulan saya berhasil, jadi saya ingin terus memanfaatkannya dan melakukan yang terbaik.
Gregoria mengambil alih permainan setelah beradaptasi dengan baik terhadap strategi lawan.
Gregoria selalu membuka gim kedua dan ketiga dengan keunggulan yang berhasil dipertahankan hingga akhir pertandingan.
“Pada gim pertama, karena ini pertandingan pertama kami, kami berdua tidak tahu kekuatan lawan,” ucap Takahashi lagi.






























