
RIAUMAG13—-Sejak kecil, Bilqis Fatimah Azzahra sudah akrab dengan permainan sepak bola di kampung halamannya, kawasan Lembang, Kabupaten Bandung Barat.
Ayahnya, bukan seorang atlet tetapi pecinta sepak bola sejati, menjadi sosok pertama yang mengenalkannya kepada sepak bola yang kini menjadi bagian terpenting dalam hidupnya.
Dari situ benih kecintaan itu tumbuh. Pada usia enam tahun, Bilqis Fatimah Azzahra sudah sibuk menggiring bola, berusaha mengikuti jejak ayahnya yang kerap mengajaknya bermain sepak bola.
Advertisement
Ketertarikan itu bukan sekadar hobi singkat. Semakin besar, semakin kuat pula tekadnya untuk menekuni dunia yang masih didominasi oleh laki-laki.
Bergabung dengan tim sepak bola putri Goal Aksis, Bandung menjadi titik balik. Di sana, bakatnya terasah, dan sosok Bilqis mulai mencuri perhatian lewat kontribusinya sebagai gelandang.
“Dari kecil memang saya suka sepak bola. Ayah yang bikin tertarik. Dia suka main bola, terus saya ikut. Jadi sejak umur enam tahun sudah main,” tutur Bilqis saat ditemui di Lapangan Pusdikpom, Cimahi, Sabtu (29/11/2025).
Bilqis menyadari tantangan ke depan tidak akan mudah, terutama menghadapi tim-tim kuat seperti Saswco dan Mojang Priangan. Namun, hal itu justru membuatnya semakin bersemangat.
Agar target menjadi juara dan lolos ke tingkat nasional tercapai, intensitas latihan pun meningkat.
“Biasanya dua sampai tiga kali seminggu. Sekarang kami latihan empat kali,” jelasnya.
Pada usia yang begitu muda, Bilqis sudah menunjukkan kedewasaan dalam bermain maupun bermimpi. Dari lapangan rumput di Lembang hingga panggung liga putri, langkahnya terus melaju.
Ia pun berharap suatu saat nanti jersey Timnas Indonesia Putri ada namanya tertulis Bilqis Fatimah Azzahra.































