
RIAUMAG13—-anya kalah empat kali, imbang sembilan, dan menang 25 kali, itulah yang mengantarkan Liverpool ke panggung juara Liga Inggris 2024-2025, mengakhiri hegemoni Manchester City selama empat musim beruntun sekaligus kembali merasakan gemerlapnya pesta Premier League setelah 2019-2020.
Kekalahan pertama kala itu terjadi di awal sepertiga pertama kompetisi, yakni 0-1 saat menjamu Nottingham Forest. Selebihnya di sepertiga terakhir, yang seluruhnya dalam laga tandang, yaitu kalah 3-2 dari Fulham, 3-1 dari Chelsea, dan 3-2 dari Brighton.
Kini, baru di sepertiga pertama kompetisi musim 2025-2026, juara bertahan itu sudah terseok-seok, mengalami enam kekalahan. Mirisnya, dua kekalahan di musim lalu langsung terulang versus klub yang sama, yaitu 2-1 kontra Chelsea dan 0-3 ketika meladeni Nott’m Forest.
Dalam 12 laga terakhir di semua ajang musim ini, The Reds sudah sembilan kali kalah. Ini adalah masa-masa yang abnormal di Anfield, sehingga sebagai pelatih yang paling rasional, Arne Slot mengakui wajar jika ada pembicaraan tentang posisinya.
Slot sebetulnya tergolong pelatih fenomenal, tak hanya di Liverpool, tapi juga Liga Inggris. Baru di musim pertamanya, eks pengasuh Feyenoord itu langsung mempersembahkan gelar Premier League. Dia menjadi pelatih keenam dalam sejarah Liga Inggris yang meraih gelar dalam debut.
6 PELATIH PERAIH TROFI LIGA INGGRIS DALAM DEBUT
- Jose Mourinho 2004-05 Chelsea
- Carlo Ancelotti 2009-10 Chelsea
- Manuel Pellegrini 2013-14 Man City
- Claudio Ranieri 2015-16 Leicester City
- Antonio Conte 2016-17 Chelsea
- Arne Slot 2024-25 Liverpool
Akan tetapi, di awal kiprah Slot mempertahankan gelar, gawang Liverpool kini banyak kebobolan karena bola mati, serangan balik, dan kesalahan individu, mereka terlihat kelelahan dan harus mengejar ketertinggalan.
Ketidakmampuan Mohamed Salah untuk kembali menyerang adalah masalah yang menjadi bukti lebih lanjut. Padahal, striker asal Mesir berusia 33 tahun ini adalah top scorer Liga Inggris musim lalu dengan total 29 gol.
Menurut Klopp, sebagaimana dikutip dari The Guardian, kualifikasi Liga Champions memiliki arti penting finansial yang besar bagi Liverpool, yang saat ini berada di peringkat ke-12 klasemen Premier League.
Itu adalah simbol status, barometer apa yang bisa diraih ketika gelar juara tak lagi bisa digenggam atau dipertahankan.
Pada musim gugur yang lalu, Pep Guardiola mengalami sembilan kekalahan dalam 12 laga. Orang-orang yang memahami Manchester City tidak pernah menyangka dia akan dipecat, dan memang seharusnya begitu.
Guardiola akhirya menyelamatkan Man City di posisi ketiga untuk musim ini. Mungkinkah Slot melakukan hal serupa?
Pelatih berusia 47 tahun itu harus bisa mengelola kepercayaan dirinya yang sangat tinggi, seperti terucap pada Rabu lalu, “Banyak dukungan dari atas, saya merasa aman.”






























