
RIAUMAG13—-Persijap Jepara kembali mengulangi kesalahan yang sama saat tumbang dari PSBS Biak pada laga pekan ke-14 BRI Super League 2025/2026. Insiden kartu merah lagi-lagi memaksa Laskar Kalinyamat pulang dengan tangan hampa.
Dalam pertandingan yang berlangsung di Stadion Maguwoharjo, Sleman, Kamis (27/11/2025) malam WIB itu, Persijap Jepara harus mengakui keunggulan tuan rumah PSBS Biak setelah dibekuk dengan skor 2-3.
Tiga gol yang dicetak tuan rumah disumbangkan oleh Ruyery Alfonso (7’), Claudio Lucas (53’), dan Heri Susanto (60’). Sedangkan dua gol balasan Laskar Kalinyamat diukir oleh Carlos Franca (37’) dan Diogo Brito (76’).
Advertisement
Caretaker Persijap, Danang Suryadi, mengapresiasi perjuangan anak asuhnya yang harus kembali tampil dengan 10 pemain karena kartu merah yang didapatkan Carlos Franca ketika laga menginjak menit ke-71.
“Hari ini, kami belum bisa mendapatkan poin. Saya pikir, semua pemain sudah bekerja keras. Apalagi ketika kami tertinggal dan harus berjuang dengan 10 pemain,” ujar Danang dalam konferensi pers, Kamis (27/11/2025).
“Tetapi, saya melihat semua pemain berjuang sampai menit akhir dan berharap bisa menyamakan kedudukan agar mendapatkan poin. Namun, sekali lagi, kami belum berhasil mendapat poin. Saya tetap mengapresiasi semua pemain yang sudah berjuang.”
Danang menyoroti dua hal penting yang menyebabkan Laskar Kalinyamat kembali tumbang pada laga ini. Yang pertama, kepanikan pemain membuat rencana strategi yang telah disiapkan buyar dan tak bisa dijalankan dengan baik.
Selain itu, insiden kartu merah juga menjadi kendala tersendiri. Dengan kartu merah ini, Laskar Kalinyamat kembali melakukan kesalahan yang sama karena selalu mendapatkannya pada empat laga beruntun.
“Tadi setelah kebobolan lalu kami bisa bangkit untuk menyamakan kedudukan, akhirnya ada insiden lagi yang membuat para pemain sedikit agak panik, agak sulit untuk bermain dengan strategi yang sudah kami rencanakan di latihan,” ujar dia.
“Kami kebobolan lagi, lalu bangkit lagi. Tetapi, setelah kartu merah, agak sulit untuk bisa mengembalikan keadaan. Jadi, mungkin ada sedikit kepanikan di antara pemain sehingga tidak bisa bermain sesuai yang kami inginkan,” imbuhnya.































