
RIAUMAG13 —–Arema FC kembali menambah kekuatan di putaran kedua BRI Super League musim ini dengan merekrut pemain asing anyar, Gabriel Silva. Winger berusia 28 tahun itu diharapkan menjadi amunisi tambahan untuk mendongkrak performa Tim Singo Edan.
Namun, kedatangan pemain yang akrab disapa Gabi tersebut membawa konsekuensi besar. Manajemen Arema FC kini harus mengambil keputusan sulit dengan melepas satu pemain asing lainnya. Saat ini, jumlah legiun asing Arema telah melampaui kuota, yakni mencapai 12 nama.
Alhasil, satu nama tambahan harus tersingkir dari Skuad Singo Edan. Jika menilik kontribusi di putaran pertama, Yann Motta dan Odivan Koerich menjadi dua pemain asing dengan menit bermain paling sedikit.
Motta hanya mencatatkan 352 menit bermain, sedangkan Koerich tampil selama 438 menit. Minimnya kesempatan tersebut menjadi sinyal peringatan bagi dua stoper tersebut.
Belum Dapat Kepercayaan
:strip_icc():watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,425,20,0)/kly-media-production/medias/5271036/original/088039300_1751450439-Yann_Motta__rompi_biru__dibayangi_Dalberto_Luan_dalam_sesi_latihan_Arema_FC_di_lapangan_ARG__Kabupaten_Malang__Rabu.JPG)
Yann Motta (rompi biru) dibayangi Dalberto Luan dalam sesi latihan Arema FC di lapangan ARG, Kabupaten Malang, Rabu (02/07/2025). (Iwan Setiawan/Bola.com)

Terlebih, ketika lini belakang mengalami krisis, pelatih Arema FC, Marcos Santos, justru lebih memilih menggeser gelandang bertahan seperti Julian Guevara atau Matheus Blade untuk mengisi peran stoper.
Hal itu mengindikasikan Yann Motta dan Odivan Koerich belum sepenuhnya mendapat kepercayaan dari tim pelatih. “Evaluasi sudah dilakukan. Tinggal menunggu saja nanti seperti apa selanjutnya,” ujar General Manager Arema FC, Yusrinal Fitriandi.
Meski demikian, menentukan pemain asing yang harus dilepas bukan perkara mudah. Manajemen Arema harus mempertimbangkan berbagai aspek, termasuk kompensasi kontrak serta upaya mencarikan klub baru bagi pemain yang dilepas.
Arema tentu tidak ingin mengalami kerugian besar, sehingga keputusan yang diambil diharapkan meminimalkan dampak finansial.































