
RIAUMAG13 ——Kebutuhan yang mendesak di lini tengah Timnas Indonesia membuat PSSI dan pelatih John Herdman terus memburu pemain naturalisasi berbakat.
Seperti diketahui, dua gelandang yang selama ini menjadi andalan, yakni Thom Haye dan Joey Pelupessy, sudah terbilang tak muda lagi. Joey Pelupessy 32 tahun, sedangkan Thom Haye dua tahun lebih muda.
Mengingat setumpuk event menanti depan, John Herdman pastinya membutuhkan gelandang muda energik kaya pengalaman di level atas. Jordy Wehrmann layak jadi pertimbangan.
Jejak petualangan Jordy Wehrmann terbilang keren. Playmaker kelahiran Den Haag, Belanda, 25 Maret 1999, ini merupakan jebolan Akademi Feyenoord.
Selain Feyenoord, ia juga pernah memperkuat Dordrecht, Luzern, ADO Den Haag, Vukovar 1991, sebelum akhirnya merapat ke Madura United pada 2024.
Mengalir Darah Indonesia
:strip_icc():watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,425,20,0)/kly-media-production/medias/5485303/original/055312800_1769502283-Edit_Jordy_Wehrmann_Bola_Break_29.jpg)
Wehrmann menyatakan bahwa dirinya sedang dalam proses kepindahan dari Feyenoord Rotterdam ke klub Swiss, FC Luzern. Ia sempat meminta waktu terlebih dahulu kepada Shin Tae-yong dan PSSI. (Bola.com/Bagaskara Lazuardi)
Seperti kebanyakan pemain naturalisasi asal Belanda, Jordy Wehrmann juga dialiri darah Indonesia.
“Kedua orang tua ibu saya lahir dan besar di Jakarta. Mereka pindah ke Belanda saat masih berusia 16 tahun,” kata Jordy Wehrmann dalam perbincangan santai dengan Bola.com.
Meski menetap di Negeri Kincir Angin, tanah leluhur kerap terdengar di telinga Jordy Wehrmann. Nenek, setiap kali ada kesempatan, selalu bercerita tentang Indonesia, termasuk ragam kuliner dan budaya.
“Dia selalu cerita soal budaya Indonesia, makanan, serta soal sejarah,” ujar Jordy Wehrmann.































