
RIAUMAG13 ——Para penggemar sepak bola Thailand menyerukan agar tim nasionalnya berhenti meniru model pengembangan Jepang.
Asosiasi Sepak Bola Thailand (FAT) mencoba meniru kesuksesan Jepang di sepak bola dalam beberapa tahun terakhir.
Salah satu langkah yang diambil oleh FAT adalah menggaet pelatih asal Jepang untuk tim nasionalnya.
Beberapa pemain Thailand seperti Chanathip Songkrasin, Theerathon Bunmathan, dan Supachok Sarachat juga pernah dan sedang bermain di Jepang.
Namun, langkah yang diambil oleh FAT dianggap gagal total menyusul penurunan prestasi tim nasional.
Puncaknya, satu demi satu pelatih asal Jepang harus meninggalkan jabatannya di tim nasional Thailand.
Takayuki Nishigaya adalah pelatih Jepang pertama yang menjadi korban kegagalan proyek FAT.
Nishigaya dipecat dari Timnas U-23 Thailand hanya sebulan sebelum berlaga di ASEAN Cup U-23 2025 di Indonesia.
Masing-masing melawan Uni Emirat Arab (0-1 dan 1-2), Qatar (1-2), Kroasia (1-3), dan Hong Kong (2-3).
Nasib serupa juga dialami oleh Futoshi Ikeda yang dipecat dari jabatannya sebagai pelatih Timnas Putri Thailand.
Keputusan ini diambil menyusul hasil mengecewakan Timnas Putri Thailand di Piala AFF Putri 2025.
Thailand harus puas menempati peringkat keempat di turnamen tersebut.
Teranyar, FAT mengakhiri kontrak Masatada Ishii bersama Timnas Thailand pada Oktober 2025 lalu.






























