Riauamg.com —Politikus sekaligus Ketua Majelis Syuro Partai Ummat, Amien Rais, ikut berkomentar atas ramainya wacana penundaan Pemilu 2024.
Amien Rais mengkritik wacana penundaan Pemilu 2024 yang diikuti wacana perpanjangan masa jabatan Presiden Joko Widodo (Jokowi) menjadi 3 periode.
Amien Rais menilai jika MPR menggelar sidang untuk mewujudkan kedua rencana itu, maka hal tersebut merupakan kejahatan.
Menurutnya, penambahan periode kepemimpinan Jokowi adalah hal yang di luar nalar dan harus diwaspadai oleh seluruh komponen bangsa Indonesia, terutama masyarakat.
Baca Juga
Amien Rais mengingatkan, ada sindrom kejiwaan yang kerap diidap para penguasa. Sindrom itu bernama narsistik-megalomaniak.
Kata Amien Rais, sindrom narsistik bisa menyetir pikiran individu untuk meyakini dirinya yang paling benar, paling sempurna, dan paling tahu segala macam persoalan.
Sementara, megalomaniak akan membuat individu haus akan perhatian dan memiliki kebutuhan yang besar atas kekaguman berlebihan.
Kondisi psikis tersebut dapat menyebabkan kurangnya empati terhadap orang lain. Jika terjadi pada seorang pemimpin, maka rasa sayang dan belas kasih terhadap rakyat lambat laun akan hilang.
“Jokowi dan Luhut, Anda berdua ini harus tanya kepada psikolog-psikolog yang objektif. Apakah kira-kira Anda sedang menderita narsistik-megalomaniak atau tidak,” ujar Amien Rais dikutip Pikiran-Rakyat.com dari kanal YouTube Amien Rais Official yang dilihat pada Ahad, 3 Maret 2022.
“Saya kira bangsa kita ini sekarang sedang mengelus dada, karena ternyata dia melahirkan pemimpin-pemimpin yang melenceng dari DNA bangsa Indonesia,” ujarnya lagi.
Amien Rais juga menyoroti soal Jokowi yang meluapkan rasa marah dan jengkelnya hingga menghujat para menteri dan pejabat baru-baru ini.
Baginya, itu sebuah tindakan yang lucu dan ironis, mengingat yang memilih dan membentuk jajaran menteri dan pejabat tersebut tidak lain adalah dirinya sendiri.
Baca Juga Berita :
Amien Rais mengaku siap mendapat hujatan dari pihak-pihak yang kontra dengan dirinya. Baginya, hal tersebut lumrah di negara demokratis.
Namun, dia akan tetap teguh meyakinkan rakyat untuk bersatu melawan wacana penambahan periode rezim Jokowi dan Luhut.
“Pak Jokowi dan Pak Luhut ini istilahnya sudah power drunken atau mabuk kekuasaan, 10 tahun belum cukup, masih ingin lagi dan lagi, harus kita hentikan,” ucap Amien Rais






























