RIAUMAG.COM , BANDUNG
Beragam konsep tentang kekuatan. Dari konsep optimasi diri, kompetensi, hingga prestasi. Umumnya menyatakan bahwa kekuatan adalah karena kemampuan atau karena perbandingan.
Kuat itu konsepnya: karena kemampuan yang hebat, sekaligus saat dibandingkan dengan pihak lain yang lebih lemah. Karena sehebat apapun kemampuan tidak menjamin sebutan “kuat” saat bandingannya dengan yang lebih segalanya.
Maka bisa jadi kita lemah seberapa kuat pun kemampuan, saat dibandingkan dengan yang lebih hebat. Maka tak akan ada kuat kecuali dikuatkan oleh pihak yang lebih kuat. Atau taat kepada yang Maha Kuat.
“Sesungguhnya Allah Dialah Maha Pemberi rezeki Yang mempunyai Kekuatan lagi Sangat Kokoh” (QS. Ad-Dzariyat:58)
Dialah yang kuat dari yang terkuat. Tiada perbandingan yang bisa kita ajukan. Maka hukum dasar berlaku: “Jika tidak bisa menyaingi, maka ajaklah berkolaborasi”.
Maka berkolaborasi denganNya adalah jalan terbaik untuk mendapatkan kekuatan. Kuncinya hanyalah ketaatan.
“Hanya kepada Engkaulah kami menyembah dan hanya kepada Engkaulah kami mohon pertolongan.” (QS. 1:5).
Saat taat kita kuat, dan saat maksiat kita berada dalam kelemahan. Sehingga, waspadalah jika keluar dari taat. Karena itu masa terlemah dalam kehidupan.
Semoga kita senantiasa diberikan kekuatan atas ketaatan yang kita lakukan.
Aamiin…
–@am.nasrulloh–
(for-riaumag.com)
































