RIAUMAG.COM , JAKARTA—– Ketua Umum Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Giring Ganesha mengaku bakal mengikuti arahan Presiden Joko Widodo soal penjajakan koalisi besar untuk menghadapi Pemilihan Presiden (Pilpres) 2024.
Ketua Umum Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Giring Ganesha memberi keterangan pers usai pertemuan dengan jajaran pengurus Partai Golkar di Kantor DPP Partai Golkar, Jakarta, Rabu (12/4/2023). Dalam pertemuan ini PSI berminat untuk bergabung ke koalisi besar yag merupakan koalisi representasi pendukung Jokowi.© KOMPAS.com/KRISTIANTO PURNOMO
Menurutnya, PSI akan terus berada di belakang pemerintahan Jokowi.
“Pokoknya yang jelas kalau PSI tegak lurus sama Pak Jokowi,” ujar Giring ditemui di kawasan Senayan, Jakarta, Rabu (19/4/2023).
Dalam kesempatan yang sama Wakil Ketua Umum PSI Andy Budiman mengaku bakal mendukung figur calon presiden (capres) dan calon wakil presiden (cawapres) yang didukung oleh Jokowi.
Alasannya, PSI ingin ada figur yang melanjutkan pekerjaan Jokowi di tahun 2024 nanti.
“Kita berfikir penting melanjutkan apa yang dikerjakan Pak Jokowi. Sehingga, pasti yang akan didukung Pak Jokowi akan didukung oleh PSI,” papar dia.
Tapi di sisi lain, Andy mengaku bahwa bakal koalisi besar belum membicarakan soal figur capres-cawapres.
Saat ini tiap partai politik (parpol) ingin menyamakan visi lebih dulu sebelum memutuskan untuk bekerja sama.
“Yang paling penting semangatnya, visinya sama dulu. Itu sebetulnya yang menjadi tujuan besar dari koalisi besar,” imbuh dia.
Diketahui koalisi besar tengah dijajaki oleh lima partai politik (parpol) parlemen, dan tiga parpol non parlemen.
Lima parpol yang tengah melakukan pergerakan adalah Partai Golkar, Partai Amanat Nasional (PAN), Partai Persatuan Pembangunan (PPP), Partai Gerindra, dan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB).
Sementara, tiga parpol non parlemen yang nampak mununjukan ketertarikannya adalah Perindo, Partai Bulan Bintang (PBB), serta PSI.
Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan mengaku upaya pembentukan koalisi besar yang disebutnya dengan nama Koalisi Kebangsaan atas komando dari Jokowi.
Beliau pun mengaku siap menjadi mesin penggerak agar koalisi tersebut bisa terbentuk.






























