RIAUMAG.COM , JAKARTA——–Partai Golkar ketika mengusung Gibran yang baru menjabat sebagai Wali Kota Solo selama dua tahun delapan bulan. Itu pun endorse dari yang mulia tuan Presiden Jokowi dan sebelumnya tidak ada rekam jejak aktif di organisasi kepemudaan manapun,” ujarnya.
Arman menyerukan kader Golkar yang lain untuk mengambil sikap atas keputusan partai.
Menurutnya, kader Golkar memiliki dua pilihan, diam terhadap keputusan partai yang dibelenggu dan dirusak penguasaan atau bersikap tegas menolak.
“Kepada saudara saudara saya selalu kader Partai Golkar baik yang termasuk muda, milenial, maupun senior dari Sabang sampai Merauke, dari Miangas sampai Pulau Rote, kita harus sikapi dengan tegas keputusan Ketum Airlangga dalam mengusung Gibran sebagai cawapres, ” kata Arman.
Dihubungi terpisah, Ketua DPP Golkar Dave Laksono mengaku tak mengenal Arman Garuda Nusantara yang mengklaim sebagai kader Golkar. Ia mengingatkan keputusan mengusung Gibran sebagai bakal cawapres telah diputuskan melalui mekanisme partai.
“Keputusan partai telah melalui proses yang benar dan disepakati oleh seluruh elemen pimpinan partai se-Indonesia. Maka semua kader yang setia terhadap partai harus berjuang bersama-sama,” tutup Dave






























