RIAUMAG.COM , PEKANBARU – PSPS Pekanbaru berhasil menutup putaran kedua Liga 2 musim ini dengan indah. Askar Bertuah sukses mengalahkan Sriwijaya FC dengan skor 2-0 di Stadion Kaharuddin Nasution, Rumbai, Sabtu (26/10). Dengan hasil ini maka, PSPS berhasil mengkudeta takhta klasemen Grup A yang sebelumnya diduduki Bekasi City FC. PSPS berada di puncak klasemen.
Dengan tambahan tiga poin ini, PSPS mengumpulkan 15 poin dari delapan laga. Sementara Bekasi City FC mengumpulkan 14 poin. Namun, posisi PSPS di puncak berpotensi digesar Bekasi FC City yang baru akan menjalani laga terakhir, Ahad (26/10) mengadapi Dejan FC.
Pelatih PSPS Pekanbaru Aji Santoso mengatakan, sebelum pertandingan berlangsung, pihaknya sudah menargetkan pertandingan melawan Sriwijaya ini harus berakhir dengan happy ending dan hal tersebut terwujud.
“Alhamdulillah pertandingan sesuai target yakni berakhir dengan happy ending. Tentunya kami menyampaikan apresiasi kepada seluruh pemain yang sudah bekerja keras,” sebutnya.
Setelah pertandingan ini, ia dan tim akan beristirahat sejenak sebelum menghadapi pertandingan selanjutnya pada putaran kedua. Pihaknya juga akan melakukan evaluasi secara menyeluruh terhadap permainan tim.
“Setelah ini kami akan beristirahat sejenak untuk selanjutnya menatap putaran kedua. Tentunya akan ada evaluasi agar tim ini lebih baik ke depannya untuk mencapai target yang diinginkan,” harapnya.
Bermain di hadapan dukungan penuh suporter, tim PSPS langsung bermain menekan. Hasilnya, ketika laga baru berjalan 12 menit, Jhon Edy Mena Perez berhasil membawa PSPS unggul 1-0. Tendangan kaki kiri pemain asal Kolombia ini tak berhasil diantisipasi kiper Sriwijaya FC Jandia Eka Putra. Berselang dua menit, giliran Ilham Fathoni mencetak gol membawa PSPS unggul 2-0.
Usai dua gol yang diciptakan PSPS, nyaris permainan terus didominasi pemain PSPS. Para pemain Sriwijaya tampak tidak bisa mengembangkan permainan, karena serangan yang dibangun selalu kandas di kaki barisan pemain tengah pemain PSPS.
Tercatat hanya pada menit 40, satu peluang sempat diciptakan oleh Sriwijaya melalui pemain nomor punggung 9 Valpoort dengan melepaskan tendangan mendatar. Namun masih berhasil ditepis oleh kiper PSPS Erlangga sehingga hanya menghasilkan tendangan pojok. Hingga wasit meniup peluit panjang tanda babak pertama usai, tidak ada gol yang tercipta. Skor bertahan 2-0 untuk keunggulan tim PSPS Pekanbaru.
Memasuki babak kedua, tim tamu yang sudah tertinggal dua gol langsung berusaha menekan ke pertahanan PSPS Pekanbaru. Hasilnya, pada menit ke-47 pemain Sriwijaya nomor punggung 7 Chencho berhasil melakukan tendangan keras ke gawang PSPS, namun masih berhasil ditepis dengan sempurna oleh Erlangga.
Memasuki menit ke-60, kedua tim bermain saling jual beli serangan. Namun masih berhasil diamankan oleh barisan pemain belakang masing-masing. Menit ke-72 pemain PSPS nomor punggung 30 Arsan Makarin mendapatkan peluang emas, dengan berhasil melepaskan tendangan keras ke gawang Sriwijaya. Namun sayang tendangannnya masih membentur pemain Sriwijaya.
Menit ke-80, Sriwijaya mendapatkan peluang setelah diberikan tendangan bebas hanya berjarak beberapa meter dari kotak penalti. Pemain Sriwijaya nomor punggung 9 Valpport, yang dipercaya menjadi eksekutor gagal memanfaatkan peluang karena tendangannya masih membentur pagar hidup yang dibuat pemain PSPS.
Menit ke-85, pemain PSPS yang baru masuk Riki Dwi Saputro membuat suporter PSPS berteriak karena nyaris bisa mencetak gol. Namun sayang tendangannya masih bisa diantisipasi kiper Sriwijaya Jandia Eka. Setelah peluang itu, nyaris tidak ada peluang lagi yang tercipta. Sehingga ketika wasit meniup peluit panjang tanda babak kedua berakhir, skor tetap 2-0 untuk keunggulan PSPS Pekanbaru.
Sementara itu, Pelatih Sriwijaya Hendri Susilo mengatakan, setelah kebobolan cepat pada babak pertama hal tersebut menghambat permainan timnya. Kemudian setelah tertinggal, masalah baru muncul yakni timnya kesulitan untuk mencetak gol.
“Tentunya hal ini akan menjadi evaluasi bagi kami,” sebutnya.(sol/das)






























