PEKANBARU (RIAUMAG.COM) — Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru menerima kunjungan tim Kementerian Sekretariat Negara RI terkait pemantauan pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di ruang rapat Sekdako lantai empat Kantor Wali Kota Tenayan Raya, Pekanbaru, Rabu (8/10/2025).
Rapat dihadiri oleh Analis Kebijakan Ahli Madya Kementerian Sekretariat Negara RI, Tri Wahyuni Novianti, Pj Sekretaris Daerah Kota Pekanbaru Zulhemi Arifin, beberapa kepala sekolah serta tamu undangan lainnya.
Pada rapat ini Pemko Pekanbaru menunjukkan komitmennya dalam mendukung program nasional Makan Bergizi Gratis melalui sinergi lintas sektor antara bidang pendidikan, kesehatan, dan ketahanan pangan. Program tersebut sejalan dengan amanat Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 83 Tahun 2024 tentang Badan Gizi Nasional.
Program ini menargetkan kelompok sasaran luas, mulai dari murid PAUD, SD, SMP, SMA, SMK, sekolah keagamaan, hingga pondok pesantren.
Zulhemi Arifin menegaskan pentingnya kualitas makanan yang disalurkan ke sekolah-sekolah. Pihak sekolah diminta untuk tidak menerima makanan yang tidak layak konsumsi.
“Kalau ada makanan yang kita rasa basi, ada ulat dan sebagainya, kalau dicek memang harus dicicip, ya dicicip. Tapi intinya, kalau barangnya tidak bagus, tolak. Jadi kalau barangnya tidak bagus, tolak saja,” ujarnya.
Lebih lanjut, pihak sekolah diminta memastikan makanan yang ditolak tersebut segera diganti di hari yang sama dengan makanan yang higienis dan layak dikonsumsi.
Selain itu, ia juga menyoroti perlunya perbaikan dalam skema kerja sama antar-lembaga terkait penyaluran makanan, khususnya dalam Memorandum of Understanding (MoU) antara sekolah dan pihak penyedia.
“Perbaiki MoU-nya. Yang benar itu antara Kepala SPPG dengan pihak sekolah, bukan yayasan, bukan mitra. Jangan sampai kita berunding sama vendor dengan sekolah,” jelasnya.
Dalam kesempatan tersebut, Sekdako menyampaikan perhatian juga diberikan pada kelompok lanjut usia (lansia). “Kalau kita sayang dengan orang tua, insya Allah berkah. Mudah-mudahan ini bisa berjalan dengan baik,” tambahnya.
Perwakilan Kementerian Sekretariat Negara RI Tri Wahyuni Novianti, menegaskan bahwa Presiden Republik Indonesia memberikan perhatian serius terhadap keberlangsungan Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Program ini dinilai sebagai langkah strategis jangka panjang dalam meningkatkan kualitas gizi generasi penerus bangsa.
Pelaksanaan program terus dievaluasi secara berkala, baik di tingkat pusat maupun daerah, guna memastikan efektivitas dan ketepatan sasaran.
“Bapak Presiden ini sangat concern terhadap program MBG. Secara berkala beliau bersama pejabat-pejabat terkait akan melaksanakan rapat koordinasi untuk mengevaluasi kegiatan MBG,” ujarnya.
Ia juga menambahkan pentingnya komunikasi yang jelas antar pelaksana di lapangan dan dinas terkait. Pemerintah berharap jalur koordinasi yang sudah terbentuk dapat mempercepat penanganan kendala yang ada. Mengingat program ini masih tergolong baru, pemerintah meminta semua pihak memberi waktu agar pelaksanaannya dapat berjalan lebih optimal.
Akhir dari rapat, pemerintah berharap, dengan kolaborasi lintas sektor antara pusat dan daerah, kendala teknis seperti infrastruktur, kelayakan dapur, hingga aspek administrasi dapat segera diatasi. Sehingga, program MBG benar-benar memberikan manfaat maksimal bagi tumbuh kembang anak-anak Indonesia.
Penulis : alfi


























