RIAUMAG.COM ——Manusia merupakan makhluk ciptaan tuhan yang tercipta dari saripati tanah.
Jika dibandingkan dengan mahluk hidup ciptaan Allah yang lain, manusia adalah mahluk yang paling sempurna.
Mulai dari segi fisik, jasmani, mental, maupun rohani.
Ilmuan terkemuka dari Barat, Carles Robert Darwin menyatakan bahwa manusia diturunkan dari kera melalui seleksi alam.
Namun, pada dasarnya apa yang tertulis dalam Al-Qur’an lebih mudah diterima secara rasional.
Manusia hadir dari setetes air mani yang disimpan dalam rahim yang kokoh, tumbuh menjadi segumpal darah lalu menjadi segumpal daging kemudian tumbuh menjadi tulang yang tertutup daging dan ditiupkan roh.
Menurut ajaran Islam, terdapat keyakinan bahwa janin memiliki ruh yang ditiupkan oleh Allah pada suatu waktu tertentu selama proses perkembangan di dalam rahim.
Meskipun tidak ada informasi rinci dalam Al-Qur’an tentang kondisi psikologis janin, kehidupan prenatal diyakini memainkan peran penting dalam pembentukan karakter dan predisposisi individu.
Janin di dalam kandungan pun bisa merasakan apa yang dirasakan oleh sang ibu yang mengandung termasuk kondisi psikologisnya.
Islam menekankan pentingnya lingkungan positif selama kehamilan, termasuk aspek psikologis ibu, seperti keadaan emosional dan spiritualitasnya.
Oleh karena itu, menjaga kondisi psikologis yang baik selama kehamilan diyakini dapat memberikan dampak positif pada janin, meskipun pandangan ini lebih bersifat etis dan spiritual daripada ilmiah dalam konteks psikologi modern.
Menurut perspektif ilmu pengetahuan modern, proses penciptaan manusia berlangsung dalam tiga tahap, yaitu tahap zigotik, tahap embrionik dan tahap janin.
Tahap zigotik adalah tahap dari konsepsi sampai dengan yang kedua sampai akhir pekan, tahap embrionik adalah tahap yang dimulai dari tahap janin berlangsung dari akhir bulan kedua hingga kelahiran pada akhir tahun, dari minggu kedua hingga akhir bulan kedua.
Awal terciptanya manusia berlangsung dengan adanya pembuahan.
Jutaan sperma laki-laki akan menuju sel telur wanita yang jumlahnya hanya satu dari setiap siklusnya.
Sperma melakukan perjalanan yang sulit di tubuh wanita sampai menuju sel telur wanita. Sel telur wanita hanya akan membolehkan masuk satu sperma saja.
Setelah masuk dan terjadi fertilisasi pun belum tentu zigot menempel di tempat yang tepat pada rahim.
Proses pembuahan atau fertilisasi adalah bertemunya sel telur dengan sel sperma untuk bersatu sehingga membentuk zigot, lalu menjadi embrio sebagai cikal bakal janin. Fertilisasi disebut juga sebagai konsepsi, dan inilah awal mula terjadinya kehamilan.
Al-Qur’an menyatakan proses penciptaan manusia mempunyai dua tahapan yang berbeda, yaitu: Pertama, disebut dengan tahapan primordial.
Manusia pertama, Nabi Adam a.s. diciptakan dari tanah yang dibentuk Allah dengan seindah-indahnya, kemudian Allah meniupkan ruh kepadanya.
Kedua, disebut dengan tahapan biologi. Didalam proses ini, manusia diciptakan dari inti sari tanah yang dijadikan air mani (nuthfah) yang tersimpan dalam Tempat yang kokoh (rahim).
Kemudian nuthfah itu dijadikan darah beku (‘alaqah) yang menggantung dalam rahim. Darah beku tersebut kemudian dijadikan segumpal daging (mudghah) dan kemudian dibalut dengan tulang belulang lalu kepadanya ditiupkan ruh.
Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman di dalam Al-Qur’an:
”Dan sungguh, Kami telah menciptakan manusia dari saripati (berasal) dari tanah. Kemudian Kami menjadikannya air mani (yang disimpan) dalam tempat yang kokoh (rahim). Kemudian, air mani itu Kami jadikan sesuatu yang melekat, lalu sesuatu yang melekat itu Kami jadikan segumpal daging, dan segumpal daging itu lalu Kami jadikan tulang belulang, lalu tulang belulang itu Kami bungkus dengan daging. Kemudian, Kami menjadikannya makhluk yang (berbentuk) lain. Mahasuci Allah, Pencipta yang paling baik” ( QS. Al-Mu’minun: 12-14)
Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi Wasallam bersabda dalam hadist yang diriwatkan oleh Abdullah bin Mas’ud Radhiyallahu ‘anhu yang memiliki arti sebagai berikut:
Dari Abu ‘Abdir-Rahman ‘Abdullah bin Mas’ud Radhiyallahu ‘anhu, ia berkata, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam menuturkan kepada kami, dan beliau adalah ash-Shadiqul Mashduq (orang yang benar lagi dibenarkan perkataannya), beliau bersabda, ”Sesungguhnya seorang dari kalian dikumpulkan penciptaannya dalam perut ibunya selama 40 hari dalam bentuk nuthfah (bersatunya sperma dengan ovum), kemudian menjadi ‘alaqah (segumpal darah) seperti itu pula. Kemudian menjadi mudhghah (segumpal daging) seperti itu pula.
Kemudian seorang Malaikat diutus kepadanya untuk meniupkan ruh di dalamnya, dan diperintahkan untuk menulis empat hal, yaitu menuliskan rizkinya, ajalnya, amalnya, dan celaka atau bahagianya.
Maka demi Allah yang tidak ada ilah yang berhak diibadahi dengan benar melainkan Dia, sesungguhnya salah seorang dari kalian beramal dengan amalan ahli surga, sehingga jarak antara dirinya dengan surga hanya tinggal sehasta, tetapi catatan (takdir) mendahuluinya lalu ia beramal dengan amalan ahli neraka, maka dengan itu ia memasukinya.
Dan sesungguhnya salah seorang dari kalian beramal dengan amalan ahli neraka, sehingga jarak antara dirinya dengan neraka hanya tinggal sehasta, tetapi catatan (takdir) mendahuluinya lalu ia beramal dengan amalan ahli surga, maka dengan itu ia memasukinya”. (Diriwayatkan oleh al Bukhari dan Muslim).
Penciptaan manusia melibatkan proses biologis, genetik, dan pengaruh lingkungan. Dari pembuahan hingga perkembangan, faktor-faktor ini berinteraksi untuk membentuk individu.
Perspektif agama dan filosofi menambah dimensi mendalam pada pemahaman ini, menyoroti makna dan tujuan keberadaan manusia.
Penulis: Raja Tegar Mu’tashim Billah, Everest Alkausar Arnell, Ilham Ramadhan Putra






















