RIAUMAG.COM , PEKANBARU – Laga PSMS Medan vs PSPS Pekanbaru berakhir dengan hasil imbang 1-1 dalam lanjutan Pegadaian Liga 2 2024/2025 di Stadion Baharuddin Siregar, Deli Serdang, Sabtu (19/10). Bermain dengan intensitas tinggi dan sama-sama mengambil alih inisiatif serangan sejak menit awal, namun, justru PSPS yang membuka keunggulan lebih dulu pada menit ke-17 lewat eksekusi penalti Omid Popalzay.
Kejadian berawal dari pelanggaran yang dilakukan kiper PSMS, Fakrurrazi Quba kepada pemain PSPS Pekanbaru Aulia Ramadhan di kotak penalti. Omid Popalzay yang maju menjadi eksekutor sukses menuntaskan tugasnya dengan baik. Skor 1-0 untuk keunggulan PSPS Pekanbaru. Namun, karena mengalami cedera, Omid Popalzay tidak
bisa melanjutkan pertandingan. Gelandang PSPS Pekanbaru asal Afghanistan itu harus ditarik keluar pada menit ke-33 dan digantikan oleh Fitra Ridwan.
Meski kedua tim saling menyerang, hingga akhir laga babak pertama tak ada gol kembali yang tercipta, dan skor tetap 1-0 untuk keunggulan PSPS Pekanbaru. Memasuki paruh kedua, PSMS Medan maupun PSPS Pekanbaru menaikkan intensitas serangan. Tim berjulukan Ayam Kinantan itu terus mengurung lini pertahanan PSPS Pekanbaru. Upaya PSMS berbuah hasil pada menit ke-54. Muhammad Revan berhasil menggetarkan gawang PSPS untuk membawa Tim Ayam Kinantan menyamakan skor menjadi 1-1.
Setelah mencetak gol, tim tuan rumah masih terus berusaha melakukan sejumlah serangan. Namun, hal itu tidak berbuah gol. PSPS Pekanbaru pun melakukan hal yang sama. Namun, sampai akhir pertandingan, skor tetap imbang 1-1. PSMS Medan harus puas berbagi poin dengan PSPS Pekanbaru.
Pelatih PSPS Pekanbaru, Aji Santoso mengungkapkan, pertandingan berjalan sangat menarik. Kedua tim bersama -sama berani menyerang meskipun sama-sama tidak berani pressure. Tetapi setelah PSPS cetak gol, PSPS lebih menguasai pertandingan.
“Tapi sayang Omid tiba-tiba merasa sesak nafas, akhirnya saya ganti. Memang dengan tidak adanya Omid ada sedikit berubahnya cara bermain. Tetapi setelah beberapa menit, semuanya berjalan normal,” ujar Aji Santoso.
Kendati hanya menuai hasil imbang, Aji Santoso tetap bersyukur karena satu poin terpenuhi. Meskipun dirinya melihat seharusnya PSPS bisa mendapatkan 3 poin.
“Kenapa kami di sini bisa mendapatkan satu poin karena anak-anak pertahanannya cukup rapi. Hampir tidak ada peluang yang benar-benar menjadi gol. Jadi, dengan tampilnya anak-anak yang enjoy, disiplin posisi, berani memainkan satu dua sentuhan itulah bisa membuat kami mendapatkan satu poin di sini,” pungkasnya.
Sementara itu, pemain PSPS Pekanbaru, Asir Asiz mengatakan, pertandingan berjalan dengan seru, dan alhamdulillah PSPS bisa mendapatkan satu poin. Ia mengungkapkan, satu poin tersebut sangat berharga untuk PSPS.
“Alhamdulillah tadi teman-teman juga tidak ada yang cedera ya. Satu poin ini sangat berharga bagi kami ke depannya” ujar Asir Asiz.
Sebelum pertandingan ini, PSMS Medan ada di peringkat 5 klasemen sementara Grup 1 Liga 2 musim 2024/25 ini dengan raihan 9 poin. Hal tersebut diperoleh oleh Laskar Ayam Kinantan -julukan PSMS Medan- usai meraih dua kemenangan, tiga hasil imbang, dan satu kekalahan. Sedangkan, PSPS Pekanbaru sudah ada di posisi kedua klasemen sementara Grup 1 dengan total 11 poin. Sebelumnya, tim Askar Bertuah -julukan PSPS Pekanbaru- telah memenangkan 3 pertandingan dengan 2 hasil imbang dan 1 kekalahan.
Dengan hasil ini, PSMS Medan menambah satu poin dan mereka kini mengantongi total 10 poin. Sedangkan, karena bertambah satu poin, PSPS Pekanbaru sekarang memiliki total 12 poin. Hasil ini membuat PSMS tertahan di peringkat kelima klasemen sementara Grup 1 Liga 2. Tim Ayam Kinantan mencatatkan 10 poin dari tujuh pertandingan.
Sementara itu, PSPS gagal mengudeta Persikota Kota Tangerang di singgasana Grup 1. Armada Aji Santoso itu tetap menempati posisi kedua lewat 12 angka dalam tujuh penampilan.(dof)































