1 x 24 jam !
Riaumag.com , Kampar —–Sinar matahari mulai menyingsing saat rombongan warga pedalaman mulai bersiap membawa hewan qurban. Tepat pukul 6 pagi di hari Kamis tanggal 7 Juli 2022, hewan qurban 4 ekor kerbau dan 14 ekor kambing dibawa menuju dusun Kampung Dalam desa Pangkalan Kapas, kecamatan Kampar Kiri Hulu, kabupaten Kampar, Riau.
14 ekor kambing dibawa menggunakan ojek warga (1 ekor kambing menyusul dibawa bersama tim dari Pekanbaru). Sedangkan hewan qurban kerbau dibawa dengan berjalan kaki, karena kondisi medan jalan yang tidak memungkinkan membawanya dengan menggunakan roda empat.
Berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, biasanya waktu tempuh 8 hingga 10 jam berjalan kaki, namun kali ini hewan qurban kerbau dan warga harus bermalam di tengah hutan. Kondisi kerbau yang mengalami keletihan tidak bisa dipaksa untuk berjalan terus, sehingga keesokan harinya baru bisa sampai di lokasi dusun.
Setiba di kampung, warga setempat menyambut dengan gembira kedatangan hewan qurban dan rombongan yang membawanya.
Warga sempat mengkhawatirkan rombongan yang tidak kunjung tiba, sementara di kawasan kampung tersebut tidak ada sinyal komunikasi yang memungkinkan berkirim kabar perjalanan.
Sementara itu tim dari Pekanbaru pada hari Sabtu tanggal 9 Juli telah tiba di desa Buluh Kasok perbatasan Sumatera Barat-Riau yang berjumlah 5 orang dengan membawa 1 ekor Kambing.

Tim bersiap menuju lokasi kampung pada pukul 21.30 wib menggunakan 1 unit armada Landrover 4×4.
Di kegelapan malam, tim bergerak menembus belantara hutan Rimbang Baling kawasan hutan lindung Bukit Barisan Sumatera. Sesekali personil tim harus turun berjalan kaki karena tanjakan terjal untuk mengurangi beban kendaraan.
Alhamdulillah, dini hari tim berhasil selamat sampai di lokasi kampung disambut antusiasnya warga yang sudah mengetahui rencana kedatangan tim dari pekanbaru yang mengkoordinir pelaksanaan qurban.


Setelah pelaksanaan sholat Idul Adha, warga bersiap melakukan penyembelihan hewan Qurban yang berjumlah 4 ekor kerbau dan 15 ekor kambing, dan dibagi dalam beberapa kelompok. Tepat pukul 9 pagi dimulai penyembelihan hewan qurban.
Dengan semangat, warga melaksanakan proses penyembelihan hewan qurban yang berakhir siang hari. Dilanjutkan pembagian dan penyaluran daging qurban kepada warga yang mendiami di 4 dusun/desa (Pangkalan Kapas, Kebun Tinggi, Tanjung Permai dan Lubuk Bigau).
Tentunya warga bersyukur menerima berkahnya daging qurban yang telah lama mereka harapkan. Merekapun mendoakan para muhsinin dan wakifin yang telah berqurban di kampung mereka.

Selanjutnya tim menyalurkan bantuan lain di antaranya; wakaf Al Quran, beras, semen untuk tempat wuduk musholla, sajadah imam, baju layak pakai dan jam digital waktu sholat untuk masjid.
Alhamdulillah, tuntas sudah amanah penyaluran hewan qurban dan bantuan lainnya. Sore itu tim langsung bergerak pulang lewat jalur Lipatkain, rehat sejenak menghilangkan letih dengan bermalam di Batu Tilam desa Kebun tinggi.
Esok harinya perjalanan dilanjutkan hingga tiba di LipatKain, kembali tim bermalam karena perjalanan yang cukup jauh. Bakda sholat Subuh, tim melanjutkan perjalanan pulang dan tiba dengan selamat di kota Pekanbaru hari Selasa tanggal 12 Juli pukul delapan pagi diiringi turunnya hujan, semoga pertanda ridho dan berkah Allah Subhanahu Wa Ta’ala.
Alhamdulillah, seluruh rangkaian kegiatan ‘Antar Qurban Ke Pedalaman’ bertajuk “Berbagi Indahnya Kebahagiaan Qurban untuk Pedalaman” telah ditunaikan dengan baik dan lancar.
Bersyukur kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala tim personil selamat, sehat dan tetap solid. Ucapan terimakasih yang sebesar-besarnya -jazakumullah khayran jazaa- disampaikan kepada seluruh tim dan semua pihak yang terlibat dalam kegiatan ini, baik langsung maupun tidak langsung. Terutama kepada muhsinin dan wakifin yang telah memberikan kepercayaan amanahnya kepada penyelenggara kegiatan yaitu Yayasan Sinergi Bangun Peradaban (SIGAP) dan Komunitas Cinta Masjid bekerjasama dengan Landrover Club Riau (LRCR), Pekanbaru 4WD Adventure (P4WDA), Tour dan Travel Al Muchtar, Jum’at Berbagi Rezeki (JBR), dan Ceria tv.
Semoga curahan dan pengorbanan waktu, tenaga, pikiran, dan dana dibalas Allah Subhanahu Wa Ta’ala dengan pahala yang terus mengalir dan dicatat sebagai pemberat amal sholeh di yaumil akhir kelak.
Harapannya, kegiatan berikutnya memberikan banyak manfaat bagi warga terisolir dan pedalaman, khususnya di daerah Riau. Insya Allah…
Barakallahu fiikum jami’an
Muhammad Ihsan
Koordinator Lapangan SIGAP
(rls/riaumag.com)






























