RIAUMAG.COM ——– Tata cara pelaksanaan badal umroh pada dasarnya sama dengan tata cara umroh pada umumnya. Perbedaan utama terletak pada niat yang diucapkan oleh orang yang membadalkan. Berikut penjelasan lengkap mengenai tata cara pelaksanaan badal umroh:
1. Mandi Sunah dan Memakai Pakaian Ihram
Sebelum memulai pelaksanaan umroh, orang yang membadalkan harus mandi sunnah dan memakai pakaian ihram seperti halnya umroh biasa. Ihram MERUPAKAN pakaian khusus yang terdiri dari dua helai kain putih tanpa jahitan bagi laki-laki, sementara wanita mengenakan pakaian yang menutupi seluruh tubuh kecuali wajah dan telapak tangan.
2. Mengucapkan Niat Badal Umroh
Setelah memakai pakaian ihram, orang yang membadalkan harus mengucapkan niat badal umroh. Niat ini sangat penting karena niat adalah inti dari semua amal ibadah. Bacaan niat badal umroh yang dapat diamalkan adalah sebagai berikut:
نَوَيْتُ العُمْرَةَ وَأَحْرَمْتُ بِهاَ للهِ تَعَالَى عَنْ فُلَانٍ
Nawaytul ‘umrata wa ahramtu biha lillāhi ta’ālā ‘an fulān (sebut nama orang yang akan dibadalkan).”
Artinya: “Aku menyengaja ibadah umrah dan aku ihram umrah karena Allah ta’ala untuk si fulan (sebut nama orang yang akan dibadalkan).”
Bacaan niat ini harus dilafalkan dengan penuh keyakinan dan keikhlasan. Sebutkan nama orang yang dibadalkan agar niat ini benar-benar tersampaikan dan sesuai dengan ketentuan.
3. Memulai dari Miqat
Seperti halnya umroh biasa, pelaksanaan badal umroh juga harus dimulai dari miqat, yaitu tempat yang telah ditentukan untuk memulai ihram. Miqat adalah batas geografis yang wajib dilewati dengan niat ihram sebelum memasuki kota Mekkah.
Baca Juga: 10 Larangan Haji dan Umroh Beserta Sanksi dan Hukumnya
4. Melaksanakan Rukun Umroh
Setelah ihram, orang yang membadalkan harus melaksanakan seluruh rukun umroh yang terdiri dari:
- Tawaf: Mengelilingi Ka’bah sebanyak tujuh kali putaran dengan berlawanan arah jarum jam.
- Sa’i: Berlari-lari kecil antara bukit Shafa dan Marwah sebanyak tujuh kali.
- Tahallul: Mencukur sebagian atau seluruh rambut setelah selesai sa’i sebagai tanda berakhirnya ihram.
- Tertib: Melaksanakan semua rukun secara berurutan sesuai dengan ketentuannya.
5. Menghindari Larangan Ihram
Selama dalam keadaan ihram, orang yang membadalkan harus menghindari segala bentuk larangan ihram seperti memakai wangi-wangian, berburu, memotong kuku, serta hal-hal lainnya yang dilarang selama ihram. Pelaksanaan ini sama seperti pelaksanaan umroh pada umumnya dan harus dilakukan dengan penuh ketelitian.
Kesimpulan
Pelaksanaan badal umroh adalah salah satu bentuk ibadah yang sangat mulia, di mana seseorang dengan niat tulus membantu orang lain untuk menunaikan ibadah umroh yang mungkin tidak dapat mereka lakukan sendiri. Dengan memahami syarat badal umroh dan melaksanakannya sesuai dengan benar, kewajiban ibadah bagi mereka yang tidak mampu dapat disempurnakan, sehingga pahala dari ibadah tersebut dapat diraih, baik oleh orang yang dibadalkan maupun oleh orang yang membadalkan.
Untuk mendapatkan informasi terkini seputar penyelenggaraan haji, syarat badal umroh, serta pengelolaan keuangan haji yang sesuai dengan prinsip syariah, akuntabel, dan transparan, Anda dapat mengunjungi website Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH).
Jangan lewatkan pula kesempatan untuk memperdalam khazanah keislaman Anda, termasuk artikel-artikel inspiratif seputar haji, umroh, dan berbagai amalan sunah lainnya yang dapat memperkaya perjalanan spiritual Anda. Semoga Allah memudahkan setiap langkah kita dalam melaksanakan ibadah dan senantiasa meridhoi niat baik kita semua.






















