Riaumag.com , Pekanbaru —– Terkait Akan Berdirinya Tempat Hiburan Malam (THM) Joker Poker PUB & KTV yang berada di Jalan HR Soebrantas, Komplek Panam Center, Blok C 28 Panam Pekanbaru direncanakan akan melakukan soft opening pada 10 Desember 2022 ini banyak Mendapat Sorotan dari Berbagai Kalangan.
Pasalnya Kota Pekanbaru yang memiliki Slogan Kota Madani, tentu kurang baik kalau banyaknya THM yang dibangun. Apalagi Soft Opening Joker Poker ini dekat dengan Pusat Pendidikan Agama yakni Ponpes Babussalam.
Hal ini tentu membuat gerah berbagai kalangan salah satunya dari Majelis Pimpinan Daerah (MPD) Ikatan Cendikiawan Muslim Indonesia (ICMI Muda ) Kota Pekanbaru. Yang di Ketuai Bung Sarwan Kelana.
ICMI Muda Pekanbaru prihatin atas apa yang telah terjadi di Negeri Bumi lancang kuning, padahal diketahui bahwa kota Pekanbaru memiliki Slogan Kota Madani.
“Saya selaku Ketua Ikatan Cendikiawan muslim Indonesia (ICMI Muda) Kota Pekanbaru sangat menyayangkan adanya info Soft Opening Pembukaan THM Joker Poker di Panam. Apalagi jaraknya sangat dekat dengan salah satu Pondok Pesantren yang ada di situ, tentu sangat berpengaruh dan berdampak terhadap warga sekitar.” kata Sarwan Kelana dalam siaran persnya, Jum’at (9/12/2022).
Lebih lanjut ditegaskan Alumni UIN Suska Riau itu, pihaknya mengecam berdasarkan banyaknya Masyarakat dan Ormas Lainnya yang juga menolak Soft Opening Joker Poker di Jl. HR. Subrantas itu.
“Kita mengeluarkan statemen ini karena kita mendukung Masyarakat setempat agar THM Joker Poker PUB & KTV J ini tidak Beroperasi . dan Kita Meminta PJ. Walikota Pekanbaru agar tidak memberikan izin terhadap Joker Poker pasalnya diduga mengandung perjudian dan Maksiat “. Tegas Sarwan Kelana.
Aktivis pekanbaru ini meminta kepada Pemerintah Kota Pekanbaru agar lebih jeli dan teliti serta Tegas dalam mengeluarkan atau memberi Izin terhadap sesuatu tempat Usaha sehingga tidak Berdampak Buruk kepada Masyarakat.
” kita melihat Apabila Joker Poker Pub & Ktv J, tetap diberikan izin oleh PJ Walikota dalam hal ini Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP), kita lihat dapat Merusak generasi Muda Kita yang ada, karena kota kita ini Kota Beragama dan Berbudaya Melayu sesuai dengan Selogan Kota Madani.” tutup Pengurus Lembaga Dakwah Ittihadul Muballighin Riau itu.
(riaumag.com)






















