
RIAUMAG13—-Upaya klub dalam membangun komposisi skuad yang mewah ternyata membuahkan hasil. Mayoritas klub dengan nilai pasar tertinggi di BRI Super League 2025/2026 bisa bersaing untuk beredar di papan atas.
Ya, materi pemain yang tangguh tetap menjadi modal penting bagi setiap kontestan untuk menghadapi ketatnya persaingan musim ini.
Akan tetapi, tidak semua klub dengan total nilai pasar fantastis bisa menuai hasil yang memuaskan. Sebab, ada beberapa yang masih belum tampil maksimal, meski diperkuat dengan amunisi-amunisi top dan berkualitas.
Lantas, siapa saja kontestan BRI Super League musim ini yang memasuki daftar lima besar dalam komposisi skuad dengan harga pasar tertinggi? Bagaimana kiprah mereka sejauh ini? Berikut Bola.com menyajikan ulasannya.
Di posisi nomor empat dalam daftar skuad termahal ini dihuni oleh PSM Makassar. Tim beralias Juku Eja itu sebetulnya tak memiliki pemain yang nilai pasarnya fantastis, tetapi keseluruhan nilai pasarnya mencapai Rp88,21 miliar.
Delapan pemain termahal milik PSM saat ini semuanya amunisi impor. Mereka adalah Yuran Fernandes (Rp6,95 miliar), Lucas Dias (Rp6,08 miliar), hingga Savio Roberto (Rp6,08 miliar).
Setelah itu, ada nama-nama seperti Victor Luiz (Rp5,21 miliar) dan Alex Tanque (Rp5,21 miliar).
Meski begitu, PSM belum cukup bersaing musim ini. Walau, belakangan mulai memperlihatkan tren perbaikan.
Dewa United
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5285579/original/071930200_1752717808-ChatGPT_Image_Jul_16__2025__11_01_37_AM.jpg)
Dua pemain Dewa United langganan dipanggil Timnas Indonesia, Egy Maulana Vikri dan Ricky Kambuaya. (Foto dan Grafis: Bola.com)
Memiliki skuad dengan materi pemain berkualitas plus dibanderol dengan nilai pasar yang fantastis tak selamanya berbanding lurus dengan performa tim.
Kasus ini mengacu pada nasib Dewa United di BRI Super League.
Dengan total harga pasar yang mencapai angka Rp104,90 miliar, skuad asuhan Jan Olde Riekerink ini digadang-gadang sebagai satu di antara tim yang bakal meramaikan persaingan di papan atas klasemen.
Namun, mereka kini justru terpuruk di papan bawah, meski diperkuat banyak pemain dengan nilai pasar fantastis seperti Jonathan (Rp8,69 miliar), Alexis Messidoro (Rp7,82 miliar), hingga dua pemain Timnas Indonesia seperti Egy Maulana Vikri dan Ricky Kambuaya.































