RIAUMAG.COM , PEKANBARU——-Cokelat ternyata tidak selalu harus dihindari sebelum berolahraga. Dalam jumlah dan waktu yang tepat, cokelat dapat menjadi bagian dari asupan sebelum aktivitas fisik. Namun, jenis cokelat dan porsinya tetap perlu diperhatikan.
Menjelang olahraga, tubuh membutuhkan bahan bakar yang dapat digunakan untuk menghasilkan energi. American Heart Association (AHA) menyebutkan bahwa makanan sebelum olahraga sebaiknya memberikan energi, terutama dari karbohidrat yang relatif mudah dicerna.
Karena itu, mengonsumsi sedikit cokelat sebelum olahraga pada dasarnya diperbolehkan. Namun, menghabiskan cokelat dalam jumlah banyak tepat sebelum latihan bukan pilihan ideal.
Cokelat, terutama jenis yang tinggi gula dan lemak, dapat membuat proses pencernaan menjadi lebih lambat. Kondisi tersebut berpotensi menimbulkan rasa penuh atau tidak nyaman ketika tubuh mulai bergerak aktif.
Lalu, kapan waktu yang tepat?
Jika masih memiliki waktu sekitar satu hingga dua jam sebelum olahraga, seseorang dapat mengonsumsi makanan ringan yang mengandung karbohidrat. Sementara jika waktu menuju latihan sangat singkat, sekitar 5–10 menit, AHA menyarankan pilihan makanan yang lebih sederhana dan mudah dicerna, seperti buah.
Untuk olahraga dengan intensitas tinggi seperti karate, jogging, bersepeda atau latihan di gym, pisang, roti atau buah dapat menjadi pilihan sumber energi yang lebih praktis. Cokelat bisa dikonsumsi dalam jumlah kecil apabila tubuh sudah terbiasa dan tidak menimbulkan gangguan pada pencernaan.
Dark Chocolate Lebih Baik?
Cokelat hitam atau dark chocolate mengandung flavanol, yaitu senyawa alami yang terdapat dalam kakao. AHA menyebutkan bahwa dark chocolate umumnya memiliki kandungan flavanol lebih tinggi dibandingkan milk chocolate.
Meski demikian, hal tersebut bukan berarti cokelat otomatis menjadi makanan terbaik sebelum olahraga. Kandungan gula, lemak, kalori dan ukuran porsinya tetap harus diperhitungkan.
AHA juga mengingatkan bahwa penelitian mengenai manfaat kakao dan cokelat terhadap kesehatan masih terus berkembang. Hasil penelitian tertentu tidak bisa langsung diartikan bahwa makan cokelat akan meningkatkan performa olahraga setiap orang.
Jadi, Boleh Makan Cokelat Sebelum Olahraga?
Jawabannya boleh, tetapi secukupnya.
Cokelat dalam porsi kecil dapat menjadi camilan sebelum olahraga, tetapi jangan dijadikan satu-satunya sumber energi, terutama jika latihan berlangsung lama atau intens.
Prinsip sederhananya adalah jangan makan terlalu banyak, beri waktu tubuh untuk mencerna, dan pilih makanan yang sesuai dengan jenis olahraga yang dilakukan.
Untuk kebutuhan energi sebelum latihan, makanan sumber karbohidrat yang mudah dicerna seperti pisang atau roti tetap menjadi pilihan yang praktis.
Sumber:
American Heart Association (AHA), Food as Fuel Before, During and After Workouts.
American Heart Association, Are There Health Benefits From Chocolate?
American Heart Association News, informasi mengenai kakao dan flavanol.




























