RIAUMAG.COM , BANDUNG
*_____________*Cerita ini InsyAllah memberi pelajaran..******Pada suatu waktu seorang saudagar menemukan seekor unta bagus yang sedang dijual.
Saudagar dan penjual unta, keduanya negosiator yang terampil, melakukan tawar-menawar yang bisa saling menguntungkan.
Akhirnya, didapatnya kesepakatan diantara keduanya. Saudagar pun segera membawa unta tersebut.Saat tiba di rumah, saudagar itu menyuruh pelayannya untuk melepaskan pelana unta.
Setelah dilepas, pelayan itu menemukan sebuah kantong beludru kecil di bawah pelana, yang ternyata dipenuhi dengan permata berharga.
Pelayan itu berseru semangat, “Tuan, tuan membeli unta … tapi lihat apa yang datang bersamanya dengan gratis!
“Saudagar merasa heran ketika melihat perhiasan di telapak tangan pelayannya. Perhiasan itu memiliki kualitas luar biasa, berkilau dan berkelap-kelip di bawah sinar matahari.
“Aku membeli unta,” katanya, “tidak bersama perhiasannya. Aku harus segera mengembalikannya ke penjual unta.
“Pelayan itu terperanjat…tuannya benar-benar bodoh. “Tuan, tidak ada yang akan tahu.”Tetapi saudagar segera kembali ke pasar dan menyerahkan kembali kantong beludru kepada penjual unta.
Penjual unta sangat senang, “Saya lupa bahwa saya menyembunyikan perhiasan ini di pelana.”
“Silahkan pilih salah satu permata sebagai hadiah.”Saudagar itu berkata, “Saya membeli unta dan sudah membayar harga yang adil hanya untuk unta saja.
Jadi TIDAK, terima kasih, saya tidak perlu imbalan apa pun.
“Saudagar menolak terus, tetapi penjual unta bersikeras. Akhirnya sang saudagar berkata dengan tersenyum, “Sebenarnya ketika aku memutuskan untuk membawa kantong itu kembali kepadamu, aku sudah mengambil dan menyimpan dua permata yang paling berharga.
“Penjual bingung, “Semua perhiasan saya ada di sini. Perhiasan apa yang Anda simpan?
“Dua yang paling berharga,” kata si saudagar.Yaitu…”INTEGRITAS dan Penghargaan terhadap diri sendiri”.*****(Disarikan dari berbagai sumber)
_________Semoga awal tahun ini seluruh kegiatan kita optimal dengan Integritas yang menjamin tingginya kualitas harga pribadi.
–@am.nasrulloh–
































