Kendaraan melintasi akses jalan Kuantan Mudik menuju Hulu Kuantan yang putus akibat banjir di sebagian wilayah Kuansing, Rabu (3/1/2024) siang | foto riaupos
RIAUMAG.COM , TALUK KUANTAN – Hujan semalaman membuat air sungai kuantan dan anak sungai di Kabupaten Kuansing meluap. Bahkan, ketinggian debit air sungai di Hulu Kuantan mencapai 6,5 meter.Akibatnya, ruas jalan Kecamatan Hulu Kuantan menuju Kecamatan Kuantan Mudik, tepatnya di Desa Aur Duri putus, Rabu (3/1/2024) siang.
Sehingga pengendara yang ingin melewati daerah tersebut tidak bisa lewat.Menurut Petugas Hidrologi Balai Wilayah Sungai Sumatera III, Erianto kepada Riaupos.co Rabu (3/1/2024) siang memyebutkan bahwa kondisi sungai kuantan hingga siang masih naik.
“Sehari kemaren, sempat turun 2 meter lebih. Nah, saat ini sudah diangka 6,5 meter. Ini masuk dalam level bahaya. Ketinggian air berpotensi akan naik karena curah hujan masih tinggi. Termasuk curah hujan di Sumbar.
Saya minta masyarakat bagian hilir kembali waspada dan bersiap menyelamatkan barang-barangnya. Karena, dalam hitungan 9 jam, luapan air akan sampai ke bagian hilir Kuansing,” kata Erianto.
Selain banjir yang disebabkan dari sungai kuantan, hujan selama satu malam itu juga membuat banjir bandang di Desa Petapahan Kecamatan Gunung Toar.
Akibatnya, 280 rumah terendam.Kalaksa BPBD Kuansing, Andrizul SKM MSi yang turun langsung ke lokasi menyebutkan bahwa banjir bandang tersebut disebabkan oleh luapan anak sungai Petapahan. Lokasi ini menjadi langganan banjir bandang saat hujan dengan kapasitas tinggi.
“Sekarang sudah mulai surut. Yang paling parah itu, sekitar pukul 05:00 subuh. Beberapa bantuan sudah mulai disalurkan. Terutama obat-obatan dari Puskesmas dan dinas Kesehatan,” kata Andrizul.






























