Oleh : Tifany Diva Putri, Vivi Yunika B, Dini Febriani (Mahasiswa Magister Pedagogi Universitas Lancang Kuning).
Model pembelajaran kecerdasan buatan (Artificial Intelligence) memiliki potensi untuk membantu mewujudkan pendidikan abad ke-21, yang dimana pada pendidikan abad ke-21 ini membutuhkan peserta didik yang memiliki keterampilan mampu untuk berpikir kritis, pemecahan masalah, kreatif, dan kolaboratif.
Kecerdasan buatan (Artificial Intelligence) telah menjadi salah satu teknologi digital yang paling berpengaruh dalam kehidupan manusia saat ini seiring dengan berjalannya perkembangan zaman yang semakin canggih terutama dalam bidang pendidikan.
Era digital telah mengubah cara belajar dan mengajar, apalagi dengan adanya Kurikulum Merdeka ini, siswa lebih berperan aktif dalam proses belajar mengajar, guru hanya sebagai fasilitator dan motivator bagi siswa.
Dalam era digital ini, para guru dan siswa dihadapkan dengan tantangan baru yang mempengaruhi peran dan tugas mereka.
Artificial Intelligence (AI) dalam pengimplementasinya di dunia pendidikan merupakan sistem yang dirancang sedemikian rupa agar dapat membantu proses belajar mengajar (Holmes, Bialik & Fadel, 2019).
Implementasi dan manfaat Artificial Intelligence (AI) bagi guru:
1. AI dapat membantu dan mempermudah tugas guru dalam mengelola data dan informasi dengan menggunakan algoritma canggih untuk menganalisis, menginterpretasi data siswa dan sistem penilaian siswa. (Mambu dkk, 2023)
2. Mengembangkan rencana pembelajaran yang efektif dan sesuai dengan kebutuhan siswa.
3. Membantu guru untuk menganalisis siswa dan mengenali preferensi belajar, gaya pembelajaran, metode pengajaran, gaya penyampaian materi, strategi pembelajaran, tingkat pemahaman dan menyesuaikan pendekatan guru dengan kebutuhan siswa yang berbeda-beda (Manongga dkk, 2022)
4. Memantau kemajuan siswa lebih akurat dan efisien, membantu guru untuk mengidentifikasi siswa yang membutuhkan bantuan tambahan.
5. Membantu guru untuk berkomunikasi dengan orangtua siswa secara lebih efektif, hal tersebut guna untuk memahami kemajuan belajar anak.
6. Menciptakan pengalaman proses belajar mengajar yang lebih relevan dan menarik bagi siswa.
7. AI dapat memberikan umpan balik yang efektif kepada siswa dalam meningkatkan pemahaman siswa, sehingga meningkatkan kualitas interaksi antara guru dan siswa. (Mambu dkk, 2023)
Implementasi dan manfaat Artificial Intelligence (AI) bagi siswa:
1. AI membantu siswa dalam mengakses berbagai sumber informasi yang sangat membantu dalam tugas-tugas, pemahaman materi, pemecahan masalah, dan dapat meningkatkan produktivitas dan efisiensi siswa (Putri dkk, 2023).
2. AI dapat membantu siswa untuk menyesuaikan materi dan metode sesuai dengan kebutuhan dan gaya belajar siswa secara lebih efektif dan efisien.
3. AI dapat membantu siswa berkebutuhan khusus dalam pembelajaran, misalnya materi pembelajaran yang dapat diakses oleh siswa tunanetra atau tunarungu.
4. AI dapat meningkatkan motivasi belajar siswa, meningkatkan hasil belajar dengan membuat belajar yang lebih menarik dan interaktif.
5. AI dapat membantu siswa dalam meningkatkan pengalaman belajar yang lebih interaktif.
Contoh penerapan model pembelajaran AI yang dapat dimanfaatkan dalam pendidikan abad ke-21:
1. Kejarcita, ini merupakan aplikasi yang dapat diakses secara gratis yang mana aplikasi ini lebih memfokuskan fiturnya pada penyediaan bank soal sekolah, materi video pembelajaran interaktif, rangkuman materi, worksheet, fitur tanya jawab, latihan soal dengan sistem penilaian. (Abidin,2023)
2. Rumah Belajar, website resmi yang berisi konten pembelajaran dari PAUD hingga SMA/SMK, fitur dari website ini seperti sumber belajar, buku elektronik, bank soal, laboratorium virtual, peta budaya, dll. (Abidin,2023)
3. Khan Academy, menyediakan banyak latihan-latihan, soal, kuis pembelajaran dan tes, video pembelajaran, banyak materi dengan topik yang terstruktur berdasarkan tingkatan siswa, agar siswa dapat berlatih dan menguasai kemampuan. Bagi para guru, membantu guru untuk mendapatkan sarana dan laporan yang secara khusus untuk setiap kelas yang guru ajar, membantu guru dalam melacak kemajuan siswa dengan laporan yang dibuat otomatis. (Abidin,2023)
4. Duolingo, menyediakan pelatihan bagi siswa untuk belajar bahasa asing secara gratis seperti permainan, kuis dan audio, untuk membantu siswa belajar secara efektif dan efisien.
5. ChatGPT, dapat digunakan untuk membantu dan memberikan jawaban instan, saran, percakapan yang realistis, memberikan penjelasan yang kompleks lebih mudah dipahami oleh siswa, dapat digunakan untuk membuat materi pembelajaran dalam bentuk audio atau video, sehingga dapat membantu siswa berkebutuhan khusus dalam memahami materi pembelajaran.
Tantangan dampak negatif AI dalam pendidikan:
1. Adanya ketergantungan siswa pada AI, hal tersebut dapat mengurangi motivasi siswa dalam mencari informasi secara manual dan malas untuk berpikir secara mandiri.
2. AI dapat menggantikan berbagai pekerjaan yang bisa dilakukan oleh manusia hal tersebut dapat mengakibatkan tingginya angka pengangguran
3. AI bekerja sesuai dengan apa yang telah diprogramkan, tidak dapat memahami tujuan dan informasi yang dibuat.
4. Tidak semua siswa memiliki akses teknologi dan internet, hal tersebut mengakibatkan adanya kesenjangan pendidikan dan hambatan bagi siswa yang dari latar belakang berbeda-beda.
Penting untuk kita perhatikan bahwa untuk tetap mempertimbangkan batasan dan juga tantangan dengan adanya teknologi AI dalam dunia pendidikan ini. Peran guru tetap krusial, tetap penting dan patut untuk kita hormati, AI hanya sebagai alat yang dapat membantu siswa dan guru bukan untuk menggantikan peran guru, guru tetap memiliki peran dalam memberikan motivasi, bimbingan, mendorong siswa dalam berpikir kritis, berdiskusi dan memberikan dorongan personal kepada siswa serta menciptakan lingkungan belajar yang positif, efektif dan kolaboratif.
Secara keseluruhan, model pembelajaran Artificial Intelligence (AI) ini memiliki potensi yang besar dalam mewujudkan pendidikan abad ke-21 ini tentunya dengan penerapan yang tepat, juga dapat membantu siswa dalam mengembangkan dan mempersiapkan keterampilan yang dibutuhkan dalam menghadapi tantangan dunia abad ke-21 ini.






















