
RIAUMAG13—–Beberapa tahun terakhir banyak muncul kiper lokal bagus di kompetisi Tanah Air. Namun, di BRI Super League 2025/2026 hanya hitungan jari klub yang masih percaya dengan kiper lokal.
PSM Makassar dan Persebaya Surabaya termasuk kontestan kasta tertinggi yang konsisten memakai jasa potensi lokal di bawah mistar gawang.
Mencuatnya kiper mumpuni itu tak lepas dari peran sang pelatih yang menggembleng mereka hingga mampu bersaing dengan sosok asing yang kini banyak menghiasi kompetisi Indonesia.
Dalam pembahasan pelatih kiper ini, kita patut apresiasi jasa Benyamin Van Breukelen dan Alan Haviludin. Dua figur ini telah melahirkan kiper lokal yang berhasil menjadi andalan Timnas Indonesia saat ini.
Meskipun punya andil besar, baik Benny Van Breukelen, sapaan karib Benyamin Van Breukelen, dan Alan Haviludin, tak merasa mereka yang menjadikan anak didiknya jadi kiper mumpuni hingga menembus skuad Garuda.
“Intinya saya hanya membantu mereka untuk menjadi yg terbaik. Kalau mereka tidak punya kemampuan, enggak mungkin dia jadi kiper bagus,” kata Benny Van Breukelen yang menjadikan Ernando Ari terus berkibar sebagai kiper utama Persebaya dan Timnas Indonesia mulai kelompok umur hingga level senior ini.
“Saya hanya mengarahkan Reza Arya dan M. Ardiansyah bagaimana seorang kiper. Pada dasarnya mereka sudah punya potensi jadi kiper hebat. Kalau akhirnya mereka bisa jadi andalan klub dan Timnas Indonesia, itu hasil kerja kerasnya,” ungkap Alan Haviludin yang pernah melatih dua kiper PSM yang kini masuk Timnas Indonesia Senior dan U-23.
Sementara Alan Haviludin punya standar kepelatihan. Dia selalu menekankan tiga aspek penting yang harus selalu diterapkannya, yaitu teknikal, taktikal, dan psikologis.
“Metodologi yang saya bangun, saya tidak fokus dengan variasi latihan, tapi fokus pada detail-detail kecil di latihan,” ujar Alan Haviludin.
“Menurut saya hal-hal kecil itu yang akan membuat perubahan besar,” tuturnya.































