
RIAUMAG13 ——–Marc Marquez menilai kehadiran Francesco Bagnaia dalam performa terbaik akan sangat menentukan masa depan Ducati.
Pendapat itu ia sampaikan setelah ia menutup musim 2025 sebagai juara dunia dengan selisih 78 poin, meski harus absen di lima balapan terakhir akibat cedera.
Desmosedici GP25 tak selalu menghadirkan konsistensi yang sama, dan performa Bagnaia banyak terbebani oleh akhir pekan tanpa poin, meski ia sempat meraih kemenangan ganda Sprint–GP di Jepang.
Sepanjang tahun, muncul penilaian bahwa sensitivitas Bagnaia terhadap perubahan setelan turut memengaruhi kesulitannya beradaptasi dengan motor 2025, yang tidak lagi memberikan “rasa depan” seperti Desmosedici edisi 2024, motor yang membawanya menang 11 seri.
Bagnaia Tetap Krusial
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5127503/original/057387700_1739174571-marquez_5d582e0.jpg)
Pembalap Ducati Lenovo Team, Pecco Bagnaia dan Marc Marquez (c) Ducati Corse
Namun, bagi Marquez, justru karakter tersebut membuat Bagnaia tetap krusial bagi pengembangan Ducati.
“Kami butuh Pecco (Francesco Bagnaia) kembali ke levelnya karena dia sangat sensitif terhadap motor dan itu akan sangat membantu untuk masa depan,” ujar Marquez kepada MotoGP.com.
Ia menegaskan bahwa kecepatan Bagnaia tidak pernah hilang.
“Bagi saya, kecepatan Pecco tetap ada. Ia menunjukkannya di beberapa sesi latihan dan beberapa balapan. Di Motegi, apa yang ia lakukan? Ia meraih 37 poin, dan saya sudah memaksakan diri, tapi tetap tidak bisa mengejarnya,” ungkap Marquez.
Menurut rider asal Spanyol itu, waktu istirahat beberapa bulan bisa menjadi momentum penting.
“Kadang, hanya dua bulan cukup untuk mengatur ulang segalanya. Jadi, Desember dan Januari akan menjadi periode terbaik bagi Pecco untuk me-reset diri dan memulai lagi saat tes Malaysia,” imbuhnya.































