
RIAUMAG13 ——-– Manchester United resmi menunjuk Michael Carrick sebagai manajer hingga akhir musim ini. Lantas, seperti apa superkomputer meramal nasib Tim Setan Merah di bawah asuhan Carrick.
Mantan gelandang Manchester United tersebut menggantikan peran Darren Fletcher, tak lama setelah Ruben Amorim dipecat pada 5 Januari 2026. Penunjukan ini menjadi momen emosional bagi Carrick yang pernah menjadi pujaan publik Old Trafford.
Keputusan klub menunjuk Carrick juga menegaskan arah kebijakan manajemen yang ingin kembali mengedepankan figur internal yang memahami kultur, tuntutan, serta standar tinggi Manchester United.
Carrick sebelumnya sudah tidak asing dengan lingkungan tim utama. Setelah gantung sepatu pada 2018, ia bergabung dengan staf pelatih dan bekerja di bawah arahan Jose Mourinho serta Ole Gunnar Solskjaer.
Tantangan bagi MU
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5472200/original/099776200_1768354801-G-kKn6BWIAEkwYZ.jpg)
Manchester United secara resmi menunjuk Michael Carrick sebagai pelatih kepala tim utama hingga akhir musim 2025/2026.
Berdasarkan proyeksi superkomputer Opta, persaingan papan tengah Premier League musim ini sangat ketat. Saat Carrick resmi mengambil alih, MU terpaut tiga poin dari Liverpool yang menempati posisi keempat.
Bahkan, jarak antara posisi keempat hingga peringkat ke-14 yang ditempati Tottenham Hotspur hanya delapan poin. Kondisi tersebut membuat banyak tim merasa masih punya peluang untuk menanjak pada paruh kedua musim ini.
Namun, Opta justru menilai situasi tersebut akan menjadi tantangan tersendiri bagi Manchester United. Superkomputer Opta memprediksi Carrick hanya akan membawa The Red Devils finis di posisi delapan dengan raihan sekitar 54,39 poin.
Artinya, Tim Setan Merah diperkirakan hanya mengumpulkan 22 poin dari 17 laga tersisa, dengan rata-rata 1,29 poin per pertandingan.































