
RIAUMAG13——Setelah gagal melaju ke putaran final Piala Dunia 2026, Timnas Indonesia membuka babak baru bersama pelatih anyar, John Herdman. Ajang FIFA Series pada Maret 2026 menjadi panggung awal Skuad Garuda untuk memburu trofi pertama di era kepelatihannya.
Indonesia bertindak sebagai tuan rumah dalam turnamen mini yang digelar di Stadion Utama Gelora Bung Karno pada 21–31 Maret. Formatnya menggunakan sistem semifinal dan final yang melibatkan empat negara dari konfederasi berbeda.
Jika mampu melewati laga pertama, Skuad Garuda akan menghadapi pemenang duel Bulgaria kontra Kepulauan Solomon. Secara hitung-hitungan di atas kertas, partai final berpotensi mempertemukan Indonesia dengan Bulgaria.
Harapan publik pun membuncah. Trofi FIFA Series diharapkan menjadi titik awal kebangkitan setelah kekecewaan gagal ke Piala Dunia.
Jangan Remehkan Saint Kitts and NevisTimnas St Kitts dan NevisPara pemain St. Kitts dan Nevis berpose untuk foto bersama sebelum pertandingan kualifikasi Piala Dunia FIFA 2026 zona CONCACAF antara Kosta Rika dan St. Kitts dan Nevis di Stadion Nasional, San Jose, pada 6 Juni 2024. (Ezequiel BECERRA / AFP)Terkait laga kontra Saint Kitts and Nevis, Ropan menilai Indonesia memang unggul secara materi pemain. Nama-nama seperti Jay Idzes, Kevin Diks, Calvin Verdonk, Emil Audero, hingga Rizky Ridho dinilai memberi keunggulan kualitas bagi tuan rumah.“Indonesia main di pertandingan kedua. Diperkirakan final itu Indonesia lawan Bulgaria kan bagus. Kita pertama lawan Saint Kitts and Nevis. Secara kualitas dan materi pemain, kita masih di atas mereka.”Meski demikian, Ropan mengingatkan agar Indonesia tidak terlena. Herdman memiliki pengalaman menghadapi Saint Kitts and Nevis saat menangani Kanada di zona CONCACAF.“Bukan berarti kita menganggap enteng Saint Kitts and Nevis. Kita harus tetap fokus melawan mereka. Mereka juga tim yang kuat dan John Herdman ketika menangani Kanada sudah pernah ketemu mereka.”“Saat itu Kanada hanya menang 1-0. Berarti Saint Kitts and Nevis kuat dong. Terlepas pemain-pemain mereka banyak dari liga lokal. Tidak seperti Indonesia yang punya Jay Idzes di Sassuolo, Kevin Diks di Borussia Mönchengladbach, Calvin Verdonk di Lille, Emil Audero di Cremonese. Makanya saya bilang, secara kualitas kita di atas. Tapi itu bukan jaminan.”Kini, publik menanti apakah FIFA Series benar-benar menjadi awal era baru dan trofi pertama bagi Skuad Garuda bersama John Herdman.




























