
RIAUMAG13 ——-Tekanan terhadap Thomas Frank di Tottenham Hotspur kian meningkat seiring hasil buruk yang dialami tim di Premier League. Namun, sang manajer justru menunjukkan keyakinan tinggi bahwa ia akan diberi waktu untuk membangun tim.
Keyakinan tersebut muncul di tengah performa Spurs yang jauh dari kata meyakinkan. Tottenham hanya mampu meraih dua kemenangan dari 11 laga terakhir di Premier League, situasi yang memicu ketidakpuasan di kalangan pendukung.
Belajar dari Kesabaran Arsenal pada Arteta
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5451315/original/055855200_1766277733-AP25354796061736.jpg)
Manajer Arsenal, Mikel Arteta, bersama anak asuhnya setelah duel kontra Everton pada pekan ke-17 Premier League di Hill Dickinson Stadium, Minggu (21/12/2025) dini hari WIB. Dalam pertandingan tersebut, The Gunners menang 1-0 atas Everton. (AP Photo/Ian Hodgson)
Vinai Venkatesham dikenal sebagai figur kunci di balik keputusan Arsenal mempertahankan Mikel Arteta pada masa-masa awal kepelatihannya. Saat itu, Arteta sempat berada di bawah tekanan besar akibat hasil yang tak konsisten.
Arsenal finis di posisi kedelapan dalam dua musim pertama Arteta. Pada musim ketiganya, The Gunners kembali gagal lolos ke Liga Champions setelah hanya menempati peringkat kelima. Meski demikian, manajemen Arsenal tetap memberikan dukungan penuh.
Kesabaran itu akhirnya berbuah manis. Arsenal berkembang menjadi penantang serius gelar, sebuah proses yang diyakini Frank dipahami betul oleh Venkatesham.
Venkatesham sendiri meninggalkan Arsenal pada 2024 dan resmi bergabung dengan Tottenham sebagai CEO pada musim panas lalu.































