
RIAUMAG13—-Performa Timnas Indonesia U-23 belum meyakinkan untuk bertarung di SEAG Thailand 2025. Fakta ini bisa diamati dari penampilan Kadek Arel dkk. selama tampil di Piala AFF Senior 2024, Piala AFF U-23, Kualifikasi Piala Asia U-23, dan dua kali ujicoba melawan India U-23.
Selama setahun terakhir, Timnas Indonesia U-23 ditangani tiga pelatih berbeda. Shin Tae-yong mulai meramu dan menjajal pemain muda ini di pentas Piala AFF Senior 2024.
PSSI merestui arsitek asal Korsel itu memberdayakan pemain U-22 untuk proyeksi SEAG Thailand pada awal Desember mendatang.
Namun kegagalan Timnas Indonesia U-22 jadi titik nadir karir Shin Tae-yong di Indonesia. Usai hajatan itu dia dipecat sebagai pelatih Timnas Indonesia.Setelah Shin Tae-yong pulang ke Korsel, datanglah rombongan pelatih asal Belanda yang dikomandani Patrick Kluivert. Gerald Vanenburg sebagai asisten pelatih ditunjuk untuk membesut Timnas Indonesia U-23 berkiprah di Piala AFF U-23 dan Kualifikasi Piala Asia U-23.
Hasilnya sudah kita ketahui bersama. Gerald Vanenburg dengan filosofi penguasaan bola dominan tak mampu memberi prestasi terbaik di Piala AFF U-23.
Timnas Indonesia U-23 hanya jadi runner-up, setelah di final dijegal Vietnam U-23 dengan skor 0-1.Pada fase grup Kualifikasi Piala Asia U-23 di Sidoarjo, Gerald Vanenburg tak mampu meloloskan Timnas Indonesia U-23 ke putaran final di Arab Saudi.
Dari tiga pertandingan, Timnas Indonesia U-23 menang atas Makau U-23 5-0, imbang dengan Laos U-23 0-0, dan disingkirkan Korsel 0-1.Hasil ini bak antiklimaks.
Pasalnya pada 2024 lalu, Timnas Indonesia U-23 asuhan Shin Tae-yong berhasil lolos hingga ke semifinal Piala Asia U-23 Qatar dan nyaris tampil di Olimpiade Paris 2024.
Berikutnya giliran Indra Sjafri yang akan menukangi Timnas Indonesia U-23 untuk mempertahankan medali emas di SEAG Thailand nanti. Keraguan mengiringi performa Timnas Indonesia U-23 yang belum menjanjikan.
Bagaimana solusinya?”Timnas Indonesia U-23 seperti kelinci percobaan di tangan Shin Tae-yong dan Gerald Vanenburg. Para pemain dituntut tampil dengan gaya permainan berbeda. Sebenarnya ini bagus, karena wawasan mereka bertambah,” kata Gusnul Yakin.































