
RIAUMAG13——Di antara para pesaing, Borneo FC menjadi tim yang paling merasakan kekecewaan. Pesut Etam sempat nyaman di puncak klasemen selama beberapa pekan, namun kehilangan momentum saat mendekati garis finis putaran pertama.
Tim racikan Fabio Lefundes yang sempat mencatatkan rekor 11 laga tanpa kekalahan justru terpuruk di enam laga terakhir paruh musim. Mereka hanya meraih satu kemenangan dan satu hasil imbang, sementara empat laga lainnya berakhir dengan kekalahan.
Inkonsistensi ini bukan hal baru bagi Borneo FC. Pada musim 2023/2024, mereka juga tampil dominan di fase reguler, namun anjlok di Championship Series. Akhir cerita musim itu tetap milik Persib. Jika ingin menjaga peluang musim ini, Borneo FC wajib cermat berbelanja pemain di bursa transfer kedua untuk menutup titik-titik lemah.






























