
RIAUMAG13—-Federasi Sepak Bola Indonesia itu memilih memikirkan secara matang agar tidak salah langkah.
Kursi pelatih timnas Indonesia sedang kosong usai PSSI tidak lagi bekerjasama dengan Patrick Kluivert.
Proses pencarian pelatih kini diserahkan kepada Ketua Badan Tim Nasional, Sumardji, dengan Direktur Teknik PSSI, Alexander Zwiers.
Setelah dapat calon namanya, baru diserahkan kepada Ketua Umum PSSI, Erick Thohir.
Erick Thohir langsung menggelar rapat Exco PSSI untuk menentukan siapa yang cocok menjadi pelatih timnas Indonesia.
Anggota Exco PSSI, Vivin Cahyani, mengatakan bahwa proses pencarian pelatih timnas Indonesia tidak akan berlangsung dengan cepat.
“PSSI sedang bekerja keras mencari sosok pelatih senior yang akan memimpin timnas Indonesia dalam jangka waktu panjang sesuai dengan visi dan peta jalan baru sepak bola Indonesia,” ucap. Vivin Cahyani kepada awak media.
PSSI mempunyai proses jangka pendek dan jangka panjang yang nantinya target itu harus didapatkan oleh pelatih baru timnas Indonesia.
Jangka pendeknya, pelatih itu harus bisa membawa timnas Indonesia melaju ke babak 16 besar Piala Asia 2027.
Jangka panjangnya, PSSI ingin timnas Indonesia bisa bersaing dan lolos ke Piala Dunia 2030.
Walaupun sejatinya, target realistis PSSI adalah tiket Piala Dunia 2034.
Dalam hal ini PSSI tidak menargetkan berprestasi di Piala AFF 2026.
Meski begitu, Piala AFF 2026 merupakan event pertama yang akan dihadapi pelatih baru timnas Indonesia.
“Kami meminta semua pihak untuk bersabar karena proses pemilihan pelatih senior putra ini dilakukan dengan sangat matang,” kata Vivin Cahyani.
Lanjut Vivin Cahyani, PSSI tampak tidak gegabah langsung mengumumkan pelatih tersebut.
Ia juga mengatakan mendatangkan pelatih baru tidak hanya berbicara biaya.
Lebih dari itu, pelatih baru tersebut harus bisa memenuhi apa yang diminta PSSI.
Tujuannya agar sepak bola Indonesia bisa lebih baik lagi.
“Kami ingin figur yang terbaik untuk posisi ini.”































