RIAUMAG.COM , BANDUNG
Menjadi umat Nabi Muhammad SAW adalah sebuah anugerah yang luar biasa. Dengannya kita dimungkinkan mendapat syafaat pada saat huru-hara akhir zaman.
Namun, Rasulullah mengingatkan, bahwa ada golongan yang tidak akan diakui sebagai umatnya.
Hal ini bukan untuk membuat kita berkecil hati, melainkan sebagai pengingat agar kita bisa terus memperbaiki diri.
Berikut adalah beberapa hadis sahih yang memuat penegasan Rasulullah SAW mengenai manusia yang tidak diakui sebagai bagian dari golongan Rasulullah (laisa minna):
- Penipu dan Curang.
Rasulullah SAW menegaskan bahwa orang yang menipu dalam urusan apa pun tidak diakui sebagai golongannya.
مَنْ غَشَّ فَلَيْسَ مِنِّي
“Barangsiapa yang menipu, maka ia bukan termasuk golonganku.”
(HR. Muslim No. 102)
- Akhlak Buruk kepada Sesama Manusia.
Nabi SAW menekankan pentingnya adab sosial, penghormatan kepada yang lebih tua, kasih sayang kepada yang muda, dan pemuliaan terhadap ulama.
لَيْسَ مِنْ أُمَّتِي مَنْ لَمْ يُجِلَّ كَبِيرَنَا، وَيَرْحَمْ صَغِيرَنَا، وَيَعْرِفْ لِعَالِمِنَا حَقَّهُ
“Bukan termasuk umatku orang yang tidak menghormati yang lebih tua di antara kami, tidak menyayangi yang muda di antara kami, dan tidak mengetahui hak orang alim kami.”
(HR. Ahmad No. 22755, disahihkan oleh Al-Albani)
- Membenci Sunah Rasulullah.
Hadis ini disampaikan Nabi SAW ketika merespons beberapa sahabat yang ingin beribadah secara berlebihan hingga mengharamkan perkara mubah (seperti tidak mau menikah atau tidak mau tidur malam).
فَمَنْ رَغِبَ عَنْ سُنَّتِي فَلَيْسَ مِنِّي
“Barangsiapa yang membenci sunahku, maka ia bukan termasuk golonganku.”
(HR. Bukhari No. 5063 & Muslim No. 1401)
- Golongan yang Diusir dari Telaga (Al-Haudh).
Nabi SAW menceritakan bahwa di hari kiamat, beliau akan mengenali umatnya dari bekas wudu. Namun, ada sebagian orang yang diusir oleh malaikat karena mereka mengubah ajaran agama setelah Nabi wafat.
فَأَقُولُ إِنَّهُمْ مِنِّي. فَيُقَالُ إِنَّكَ لاَ تَدْرِي مَا أَحْدَثُوا بَعْدَكَ. فَأَقُولُ سُحْقًا سُحْقًا لِمَنْ غَيَّرَ بَعْدِي
“Aku berkata: ‘Sejatinya mereka adalah pengikutku.’ Lalu dikatakan (kepadaku): ‘Sebenarnya engkau tidak mengetahui apa yang mereka ada-adakan (perbuat) setelahmu.’ Maka aku pun berkata: ‘Menjauhlah, menjauhlah bagi orang yang mengubah (ajaran agama) setelahku.'”
(HR. Bukhari No. 7050)
Mari saling mengingatkan untuk menjaga diri dari 4 golongan ini. Sehingga kita akan diakui sebagai golongan Rasulullah SAW.
Maulid Nabi, 1448H
–@am.nasrulloh–






















