
RIAUMAG13—-Tunggal putri Jepang hampir diporakporandakan wakil Indonesia pada Kumamoto Masters 2025. Apes, perang saudara yang terlihat hampir tercipta ternyata batal.
Pertemuan antara tunggal putri senior dan junior Indonesia sebenarnya berpeluang terjadi pada perempat final Kumamoto Masters 2025.
Ni Kadek Dhinda Amartya Pratiwi terlihat akan menyusul Gregoria Mariska Tunjung setelah unggul duluan di laga babak 16 besar.
Dhinda sempat menggungguli perlawanan Asuka Takahashi yang jauh lebih senior dari dia dalam laga di Kumamoto Prefectural Gymnasium, Kumamoto, Jepang, Kamis (13/11/2025).
Takahashi berumur 26 tahun, seangkatan dengan Gregoria dan sudah rutin tampil di turnamen senior kendati hampir mentok di level Super 500 ke bawah.
Adapun Dhinda baru berumur 19 tahun dan baru di Kumamoto Masters Japan ini dia merasakan level turnamen Super 500.
Dhinda mendominasi pada gim pertama sehingga mampu mencetak keunggulan dengan selisih yang meyakinkan yaitu 21-10.
Kemenangan atas pemain unggulan, Busanan Ongbamrungphan (Thailand), tampaknya memberi suntikan motivasi ekstra bagi pemain muda dengan koleksi 1 trofi BWF Tour ini.
Namun, penampilannya Dhinda agak goyah pada gim kedua.
Meski masih berusaha memegang kendali, dia beberapa kali luput membaca antisipasi Takahashi ketika unggul dalam reli.
Untuk keenam kali secara beruntun sejak babak pertama Korea Masters pekan lalu, Dhinda harus menjalani laga hingga rubber game setelah gantian kalah 16-21.
Saat tidak direpotkan pengembalian sulit Dhinda, dia mengarahkan kok ke samping Dhinda, baik sisi forehand maupun backhand-nya, atau secara diagonal.
Dhinda frustrasi setelah terus menerus gagal menyamakan angka.
Kesalahan makin banyak dilakukannya di pengujung laga sehingga dia kalah dengan skor 21-19, 16-21, 12-21.
Kemenangan Takahashi memberi harapan lebih bagi tunggal putri tuan rumah yang berstatus juara bertahan di Kumamoto Masters 2025.
Dari 11 pemain tunggal putri Negeri Matahari Terbit di babak utama, hampir saja tersisa satu di perempat final.
Gregoria menambah luka hari ini setelah mengalahkan Hina Akechi dengan skor 23-21, 21-18.
Kalau Takahashi kalah, tunggal putri Negeri Matahari Terbit tersisa Akane Yamaguchi dan Nozomi Okuhara, dua jagoan yang diadu terlalu cepat di babak 16 besar.
Sementara si bocah ajaib, Tomoka Miyazaki, harus gigit jari setelah disingkirkan non-unggulan, Sung Shuo Yun (Taiwan), dengan skor 19-21, 13-21 di babak pertama.
Miyazaki seharusnya bisa menciptakan final ideal dengan Yamaguchi karena secara berurutan menjadi unggulan 2 dan 1 di Kumamoto Masters 2025.






















