
RIAUMAG13—-Duel kontra Uni Emirat Arab disebut-sebut akan menjadi medan perang bagi Timnas Irak pada play-off Piala Dunia 2026 zona Asia.
Satu jatah tiket terakhir dari Asia untuk menuju play-off interkontinental Piala Dunia 2026 bakal bergulir tengah pekan ini.
Dua tim terakhir, Timnas Uni Emirat Arab dan Timnas Irak, akan menjalani laga hidup mati.
Bentrokan dua tim Asia Barat itu akan dihelat masing-masing di kandang kedua tim kali ini.
about:blank
Artinya, play-off Piala Dunia 2026 zona Asia atau putaran kelima Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia digelar dalam laga dua leg.
Leg pertama bakal dimainkan di Stadion Mohammed bin Zayed, UEA, Kamis (13/11/2025) pukul 23.00 WIB.
Kemudian berlanjut leg kedua bakal diadakan di Stadion Internasional Basra, Irak, Selasa (18/11/2025) pukul 23.00 WIB.
Ambisi besar diusung oleh masing-masing tim.
Uni Emirat Arab kali terakhir mentas di Piala Dunia pada edisi 1990.
Adapun Irak lebih lama lagi berkiprah di Piala Dunia saat kali terakhir bermain di Meksiko pada edisi 1986.
Keduanya bakal saling sikut untuk mendapatkan satu peluang terakhir menembus play-off interkontinental dengan menghadapi dua wakil CAF, 2 tim dari CONCACAF, satu perwakilan CONMEBOL, dan satu kontingen dari Oseania.
Timnas Uni Emirat Arab dan Timnas Irak sendiri menapaki fase ini setelah menuntaskan putaran keempat Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia sebagai runner-up.
UEA sempat menang 2-1 atas Oman, tetapi kalah pada laga terakhirnya kontra Qatar dengan skor serupa.
Sementara itu, Irak sempat menjadi penghancur mimpi Timnas Indonesia dengan meraih kemenangan 1-0 sebelum menuntaskan laga terakhir putaran keempat dengan bermain seri 0-0 melawan Arab Saudi.
Menjalani laga hidup mati melawan UEA, pelatih Irak, Graham Arnold, optimistis akan peluang timnya.
“Tujuan utama kami adalah memastikan Irak lolos ke Piala Dunia, yang merupakan pencapaian paling penting bagi kami,” kata Arnold, dikutip dari laman resmi AFC.
“Saya menyadari bahwa para penggemar dan media kecewa setelah pertandingan melawan Arab Saudi.”
Kami bermain dengan level pertahanan yang tinggi dan tidak kebobolan gol dalam dua pertandingan, yang merupakan prestasi tim.”
“Namun, kami harus lebih efektif dalam serangan dan mencetak gol.”
“Kami akan memilih pemain yang paling bugar secara fisik dan mampu bertarung di lapangan.”
“Pertandingan akan berlangsung 11 lawan 11, seperti medan perang, dan kami membutuhkan para pemain yang mewakili Irak untuk memberikan segalanya demi kemenangan,” pungkasnya.
Timnas Irak tidak bisa menurunkan komposisi terbaiknya kali ini menyusul cedera yang menimpa 2 pemain andalannya, Ibrahim Bayesh dan Youssef Amyn.






















