RIAUMAG.COM , Tangerang Selatan, 15 Jumadil Awal 1447 H ——- Senator asal Sumatera Barat Irman Gusman Dt. Rajo Nan Labiah menyatakan dukungan penuh terhadap pembentukan Perkumpulan Kekeluargaan Agam-Bukittinggi (PERKAB) secara nasional dengan pusat di Jakarta.
Dukungan itu disampaikan di kediamannya, Jl. Beruang Raya, Pondok Aren, Tangerang Selatan, saat menerima kunjungan silaturahmi pengurus PERKAB Sumatera Selatan yang dipimpin Ketua Umum Drs. H. Noprizon, M.Kes, Dt. Mangkuto Rajo, didampingi mantan Bupati Agam Andri Warman dan mantan Wakil Wali Kota Bukittinggi Marfendi Dt. Basa Balimo.

Irman mengapresiasi langkah PERKAB Sumsel yang sejak berdiri tahun 2024 telah berkembang menjadi 17 cabang di tingkat kota dan kabupaten.
“Ini langkah luar biasa. Perantau Agam dan Bukittinggi di Sumatera Selatan sudah bergerak sebelum yang lain memikirkan. Perantau adalah tumpuan harapan membangun kampung halaman,” ujarnya.
Sebagai tokoh nasional yang pernah menjabat Ketua DPD RI periode 2009–2016 dan kini kembali menjadi anggota DPD RI, Irman menceritakan pengalamannya berkeliling ke seluruh kabupaten dan kota di Indonesia. Ia menilai pembangunan di Sumatera Barat saat ini masih stagnan, meski memiliki potensi besar.
“Potensi Agam itu besar: pariwisata, perikanan, pertanian, perkebunan, tapi belum tergarap optimal,” jelasnya.
Irman menyoroti bahwa perantau memiliki peran vital seperti halnya diaspora Tiongkok dan India yang berkontribusi besar terhadap kemajuan ekonomi negara asalnya.

“Lihatlah Tiongkok dan India. Tahun 1990-an ekonomi mereka masih di bawah, tetapi bangkit karena dukungan diaspora. Kita pun bisa,” katanya.
Irman juga menekankan pentingnya pendataan perantau Minangkabau. Ia mengingatkan bahwa ia pernah memprakarsai penerbitan buku “1001 Tokoh Minang” untuk mendokumentasikan kiprah perantau di berbagai bidang.

“Mendata perantau itu penting. Dari situ kita bisa menghimpun kekuatan besar untuk daerah,” tegasnya.
Dalam konteks pembangunan ekonomi, Irman mengajak agar setiap nagari membentuk Koperasi Merah Putih, karena pemerintah menyediakan dukungan modal hingga Rp3–5 miliar. Ia mendorong sinergi antara perantau dan generasi muda di nagari agar dapat menggerakkan ekonomi lokal.
Selain itu, ia juga menyebut perlunya pendekatan teknologi dan inovasi dalam pembangunan daerah, termasuk upaya menekan peredaran narkoba di kampung melalui pemberdayaan ekonomi produktif.
“Kalau ekonomi hidup, anak muda punya kegiatan, narkoba bisa ditekan,” ujarnya.
Dalam kesempatan itu, Irman mengungkapkan bahwa Menteri Pariwisata dan Presiden RI juga sangat memperhatikan kemajuan masyarakat Minangkabau. Karena itu, ia yakin potensi Agam dan Bukittinggi bisa dioptimalkan dengan dukungan pusat.
Ketua PERKAB Sumsel Dt. Mangkuto Rajo menegaskan bahwa Agam dan Bukittinggi adalah “lahan subur” lahirnya tokoh-tokoh bangsa. Sementara Andri Warman menambahkan bahwa dari sepuluh pahlawan nasional asal Sumatera Barat, delapan berasal dari Agam dan Bukittinggi.
Pertemuan tersebut menghasilkan kesepakatan membentuk tim kecil inisiasi nasional organisasi Agam Bukittinggi, dengan penugasan kepada Persatuan Perantau Agam (Bakor Agam) Jakarta, dipimpin Zefri (Ketua) dan Yonoviar (Sekjen), untuk menyiapkan Deklarasi Nasional PERKAB pada 7 Desember 2025 di Jakarta.
“Mari satukan langkah. Ini bukan hanya organisasi kekeluargaan, tapi gerakan moral dan sosial untuk memulihkan semangat membangun kampung halaman dari perantau untuk daerah,” pungkas Irman Gusman.
(HJD1/RIAUMAG.COM)






























