RIAUMAG.COM , PEKANBARU—— Dalam upaya meningkatkan kualitas dan profesionalisme tenaga teknisi di bidang pendingin udara (Air Conditioner/AC), Jurusan Teknik Mesin Universitas Riau (UNRI) sukses melaksanakan kegiatan Pelatihan dan Sertifikasi Kompetensi Teknisi AC Residential Level 3 pada 22–23 September 2025. Kegiatan ini berlangsung di Workshop LPK Karya Pendingin Riau, Jalan HR. Soebrantas, Panam, Pekanbaru.
Kegiatan ini merupakan hasil kerja sama antara Jurusan Teknik Mesin UNRI sebagai pelaksana kegiatan, LPK Karya Pendingin Riau sebagai fasilitator pelatihan, serta Lembaga Sertifikasi Profesi Logam dan Mesin Indonesia (LSP-LMI) sebagai lembaga penilai kompetensi dari Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP).

Pelatihan ini menjadi bagian dari implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi dalam bidang pengabdian kepada masyarakat (PKM), dengan Dr. Dodi Sofyan Arief, S.T., M.T., selaku Ketua Jurusan Teknik Mesin UNRI, dan Brian Agung, S.Si., M.T., sebagai Ketua Tim Pengabdian.

Program ini semula menarik minat 30 orang masyarakat Pekanbaru yang telah bekerja sebagai teknisi AC non-sertifikasi.
Namun, melalui proses seleksi administrasi dan wawancara teknis, hanya 10 peserta yang dinyatakan memenuhi syarat untuk mengikuti pelatihan dan uji kompetensi. Seleksi dilakukan secara ketat oleh tim pengabdi dari UNRI untuk memastikan peserta memiliki pengalaman minimal satu tahun di bidang pendingin udara dan motivasi kuat untuk meningkatkan profesionalisme.

“Dari tiga puluh calon peserta yang mendaftar, kami hanya mengambil sepuluh orang yang betul-betul siap secara kemampuan dasar dan komitmen. Tujuannya agar pelatihan berjalan efektif dan hasilnya optimal,” ujar Jheri, dosen Teknik Mesin UNRI yang turut menjadi narasumber dalam kegiatan ini.
Pelatihan berlangsung dua hari dan dibimbing langsung oleh dosen-dosen berpengalaman dari Teknik Mesin UNRI, di antaranya Sunny Ineza Putri, S.Si., M.T., Anita Susilawati, S.T., M.Sc., Ph.D., Dr. Dedy Masnur, S.T., M.Eng., Dr. Putri Nawangsari, S.T., M.Eng., Annisa Wulan Sari, S.T., M.T., dan Mintarto, S.T.
Materi yang diberikan berfokus pada perawatan dan perbaikan sistem pendingin residential, penerapan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3), serta penanganan refrigeran ramah lingkungan sesuai standar Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI).

Setelah mengikuti sesi pembekalan dan praktik, peserta menjalani Uji Kompetensi resmi yang dilaksanakan oleh LSP Logam dan Mesin Indonesia (LSP-LMI). Uji ini meliputi tes teori dan praktik, dengan penilaian langsung oleh asesor bersertifikat BNSP, Dedi Agung Saputro.
“Uji kompetensi dilakukan secara objektif dengan standar nasional. Dari hasil penilaian, seluruh peserta dinyatakan Kompeten dan berhak memperoleh Sertifikat Kompetensi Profesi Teknisi AC Residential Level 3 dari BNSP,” jelas Jheri.
Ketua Jurusan Teknik Mesin UNRI, Dodi Sofyan Arief, mengapresiasi keberhasilan tim dosen dan peserta dalam pelaksanaan kegiatan ini. Ia menegaskan bahwa kegiatan seperti ini merupakan bentuk nyata kontribusi akademisi dalam memperkuat kompetensi masyarakat.
“Kami ingin memastikan bahwa universitas tidak hanya berperan dalam pendidikan dan penelitian, tapi juga berkontribusi langsung kepada masyarakat. Melalui sertifikasi ini, teknisi lokal memiliki bukti kompetensi yang diakui secara nasional,” ujar Dr. Dodi.
Sementara itu, Ketua Tim Pengabdian, Brian Agung Cahyo P., S.Si., M.T., menambahkan bahwa pelatihan ini merupakan bagian dari pengembangan Tempat Uji Kompetensi (TUK) Sewaktu yang ditunjuk oleh LSP-LMI.
“Dengan fasilitas dan tenaga ahli yang dimiliki, UNRI siap menjadi mitra strategis dalam meningkatkan kualitas SDM teknis di Riau. Ke depan, kami akan memperluas pelatihan serupa ke bidang teknik lainnya,” ungkap Brian.
Keberhasilan sepuluh teknisi AC Pekanbaru memperoleh sertifikat kompetensi BNSP menjadi tonggak penting bagi peningkatan daya saing tenaga kerja di daerah. Sertifikat tersebut menjadi bukti legal atas kemampuan mereka sekaligus membuka peluang kerja lebih luas, baik di sektor industri maupun jasa.
Program ini juga menjadi model kolaborasi ideal antara perguruan tinggi, lembaga pelatihan, dan lembaga sertifikasi, yang secara langsung memperkuat ekosistem pendidikan vokasi di Provinsi Riau.
“Kami berharap kegiatan seperti ini dapat terus berlanjut setiap tahun agar semakin banyak teknisi lokal yang tersertifikasi dan mampu bersaing secara profesional,” tutup Dr. Dodi Sofyan Arief.
Reporter: [BA]
Editor: [BA]
Sumber: Jurusan Teknik Mesin Universitas Riau
































