RIAUMAG.COM , Jakarta, 17 Oktober 2025 – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan bahwa PT Danantara akan melakukan pembayaran cicilan proyek kereta cepat Jakarta–Bandung (Whoosh) senilai Rp 2 triliun tiap tahun, dengan menggunakan dana dividen dari Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Pernyataan ini disampaikan dalam rapat Dewan Pengawas Danantara di Jakarta.
Purbaya menjelaskan bahwa skema pembayaran tidak akan bergantung pada APBN, melainkan dikelola secara mandiri oleh Danantara. Ia menyebut bahwa dana dividen BUMN yang diterima Danantara tahun ini mencapai kisaran Rp 80–90 triliun, cukup untuk menutup beban bunga dan cicilan proyek Whoosh tahunan.
“Sudah saya sampaikan … karena kan Danantara terima dividen dari BUMN hampir Rp 80 triliun–Rp 90 triliun. Itu cukup untuk menutupi sekitar Rp 2 triliun (bunga) bayaran tahunan untuk KCIC,” ujar Purbaya usai rapat.
Dalam keterangannya, Purbaya menilai bahwa proyek Whoosh dapat dilunasi tanpa membebani APBN, selama struktur pembayarannya jelas dan skemanya disusun dengan baik. Saat ini, Danantara tengah menyiapkan proposal dan kajian teknis mengenai rencana pembayaran tersebut.
Purbaya juga menyampaikan kritik terhadap strategi penempatan dana Danantara yang selama ini dominan di obligasi pemerintah. Menurutnya, terlalu banyak menaruh dana pada instrumen surat utang mengurangi kemampuan Danantara untuk berinvestasi ke proyek produktif. “Kalau Anda taruh obligasi begitu banyak di pemerintah, keahlian Anda apa?” ujarnya.
Sebagai latar belakang, proyek Kereta Cepat Jakarta–Bandung (Whoosh) memiliki nilai investasi sebesar sekitar US$ 7,27 miliar atau setara sekitar Rp 120,4 triliun. Sekitar 75% dari nilai proyek itu dibiayai dengan pinjaman dari China Development Bank (CDB) dengan suku bunga 2% per tahun.
Skema pembayaran masih dalam tahap pembahasan. Ada opsi agar seluruh tanggung jawab pembiayaan dialihkan ke pemerintah atau diintegrasikan dalam struktur kerja sama dengan PT Kereta Api Indonesia (KAI), namun Purbaya menekankan bahwa Danantara harus menjadi aktor utama dalam menjalankan kewajiban finansial tersebut.
Jika direstui dan berjalan lancar, skema ini diyakini dapat meringankan tekanan fiskal negara karena tidak menggunakan anggaran negara secara langsung untuk melunasi utang Whoosh.
(DFD1BS/RIAUMAG.COM)






























