
RIAUMAG13—-Timur Kapadze, masuk bursa kandidat pelatih Timnas Indonesia. Prestasi sosok pelatih berusia 44 tahun itu meloloskan Timnas Uzbekistan ke Piala Dunia 2026 jadi daya tarik kuat.
Deretan rekor lainnya adalah membawa Timnas Uzbekistan U-23 ke Olimpiade Paris 2024 dan juara kompetisi sub-Konfederasi Asia Tengah (CAFA) 2025.
Namun menurut pengamat sepak bola asal Malaysia, Raja Isa Raja Akram Syah, segudang prestasi itu tak menjamin Timur Kapadze juga akan sukses menangani Timnas Indonesia.
Saya akui Timur Kapadze salah satu pelatih lokal tersukses di Uzbekistan saat ini. Tapi prestasi dia tak jadi jaminan bisa membawa Timnas Indonesia sukses. Karena sepak bola Indonesia unik dan menarik,” ungkap Timur Kapadze.
“Rakyat negara ini sangat gila mendukung klub dan Timnas Indonesia. Tapi budaya Indonesia berbeda dengan Uzbekistan. Jadi sulit kalau Timur Kapadze tak paham budaya Indonesia,” katanya.
Secara geografis Uzbekistan terletak di Asia. Namun, pelatih yang 17 tahun berkarir di Indonesia ini mengatakan budaya dan postur orang Uzbekistan lebih condong ke Eropa.
Termasuk sepak bola mereka yang karakternya lebih kuat ke Benua Biru. “Uzbekistan cenderung ke Eropa. Kalau Timur Kapadze membawa gaya Eropa ke Timnas Indonesia akan susah,” kata Kapadze.
“Meskipun Timnas Indonesia banyak pemain yang merumput di Eropa, sebenarnya pemain Indonesia masih harus dilatih dengan disiplin keras. Saya tak tahu apakah Timur Kapadze punya disiplin kuat,” jelasnya.
Saya khawatir nasib Timur Kapadze seperti Shin Tae-yong. Karena tak memberi gelar juara langsung dipecat. Padahal sepak bola tak sekedar piala, tapi bagaimana Timnas Indonesia masuk tataran Asia dan Dunia dulu,” paparnya.
Raja Isa pun menyebut 2018 Timur Kapadze butuh waktu tujuh tahun baru berhasil memberi gelar juara Piala CAFA 2025 kepada Timnas Uzbekistan. “Apakah Indonesia mau sabar menanti proses panjang seperti itu?” tanya Raja Isa.
































