
RIAUMAG13—-Timnas Indonesia tidak lama lagi punya pelatih anyar. PSSI telah menyudahi kerja sama dengan Patrick Kluivert yang gagal membawa skuad Garuda berprestasi terhitung sejak 16 Oktober 2025.
Patrick Kluivert dan staf kepelatihan d-PHK, selepas kegagalan melaju ke putaran final Piala Dunia 2026. Timnas Indonesia kalah beruntun dari Arab Saudi (2-3) dan Irak (0-1) pada ronde keempat kualifikasi zona Asia.
Awalnya, Patrick Kluivert ditunjuk menangani Timnas Indonesia pada awal Januari 2025 menggantikan posisi Shin Tae-yong. Dari periode Januari ke Oktober 2025, Patrick Kluivert telah menjalani 8 pertandingan bersama Timnas Indonesia di semua ajang.
Sudah dua pekan kursi pelatih Tim Garuda lowong, setelah terakhir kali diduduki Patrick Kluivert. PSSI belum memutuskan sosok penggantinya meski banyak berseliweran rumor soal kandidat untuk menjadi nakhoda Timnas Indonesia.
Kini berseliweran kandidat kuat penerus Kluivert yang bisa menukangi Timnas Indonesia. Mulai dari Bojan Hodak, Timur Kapadze, dan Heimir Hallgrímsson disebut-sebut paling pas didapuk sebagai pelatih anyar Tim Merah-Putih.
Menurut pria berusia 47 tahun tersebut, beberapa hal memang wajib dikuasai seorang pelatih Timnas Indonesia. Tidak hanya soal kemampuan mengatur formasi atau starategi di atas lapangan. Ia mengakui Shin Tae-yong sempat membawa harapan tersebut, namun federasi sepak bola Indonesia punya pertimbangan lain.
“Semua ini akan memengaruhinya nanti. Jadi, menurut saya, yang terbaik adalah kita mencari pelatih yang memahami sepak bola Indonesia, yang memahami mentalitas Indonesia, yang memahami budaya Indonesia, dan memiliki pengetahuan yang baik tentang sepak bola,” ujar eks pemain Persijap Jepara dan Persiraja Banda Aceh tersebut.
“Contohnya Shin Tae-yong, semua orang sangat menyukainya, dia memang terbaik. Tapi PSSI memutuskan untuk menggantinya dengan Patrick Kluivert karena mereka punya banyak harapan. Menurut saya juga bukan langkah yang baik dari Shin Tae-yong comeback di Indonesia.”
“Shin Tae-yong pelatih yang bagus dan banyak orang menyukai kemampuannya, dia juga paham perkembangan kompetisi Indonesia. Tapi mungkin sudah waktunya untuk memberi tempat kepada pelatih lain.”
“Kalau menurut saya pribadi, pelatih asli Indonesia yang layak memimpin Timnas Indonesia,” tegasnya.






















