RIAUMAG.COM , PEKANBARU – PSPS Pekanbaru telah resmi melayangkan surat kepada PT Liga Indonesia Baru (LIB). Ada tiga poin penting yang dilaporkan oleh management PSPS kepada LIB.
Persiraja Banda Aceh harus puas dengan hasil imbang 1-1 dari tamunya PSPS Pekanbaru dalam pertandingan lanjutan grup 1 Liga 2 Indonesia yang berlangsung di Stadion Harapan Bangsa Banda Aceh, Ahad (13/10/2024) malam.
Sekretaris PSPS Pekanbaru, M Teza Taufik mengatakan, pihaknya secara resmi telah melaporkan Persiraja Banda Aceh ke PT LIB. Ada tiga poin penting yang dilaporkan ke LIB.
Diantaranya, pertama terkait keputusan kepemimpinan wasit yang dinilai kurang tepat dan teliti sehingga membuat laga semakin memanas.
Lanjut, kedua terkait kapten Persiraja Banda Aceh, Andik Vermansyah yang beberapa kali melakukan provokasi diatas lapangan tidak hanya verbal tetapi juga kontak fisik sehingga membuat pertandingan jadi tidak berjalan bagus.
“Kemudian, poin ketiga kami juga melaporkan COO Persiraja Banda Aceh, yang beberapa juga melakukan provokasi. Tiga poin itu yang sudah kita laporkan semalam beserta bukti -bukti videonya,” ujar M Teza Taufik kepada Riau Pos, Rabu (16/10/2024).
Terkait laporan tersebut, pihaknya saat ini tengah menunggu keputusan dari PT LIB.
Selain itu, M Teza Taufik juga mengungkapkan kalau pihaknya juga tengah mendapatkan laporan bahwa wasit dan pengawas pertandingan kemarin juga membuat tersendiri ke LIB.
“Mereka membuat laporan terkait pertandingan Persiraja vs PSPS kemarin, bahkan laporan mereka itu lebih detail lagi karena melihat langsung. Bahkan saya dengar juga ada pemukulan terhadap wasit yang dilakukan oleh official Persiraja, jadi wasit membuat laporan tersendiri lah,” terangnya.
Untuk itu, pihak management PSPS Pekanbaru saat ini tengah menunggu jawaban ataupun sidang dari Komite Disiplin (Komdis) terhadap laporan-laporan laporan ini. PSPS melaporkan, bahkan wasit juga melaporkan.
“Jadi semuanya lengkap lah. Harapan kita sebenarnya adalah untuk menegakkan regulasi. Bagaimana regulasi sendiri menyatakan bahwa setiap klub tuan rumah itu wajid memberikan rasa aman dan nyaman terhadap tim tuan rumah, perangkat pertandingan dan juga seluruh penonton,” sebutnya.
Ditambahkan, yang dilakukan oleh Persiraja Banda Aceh kepada PSPS Pekanbaru adalah upaya-upaya kekesalan karena saat itu posisi tuan rumah Persiraja Banda Aceh sedang tertinggal sehingga mereka melakukan hal-hal yang membuat provokasi agar memberikan keuntungan bagi Persiraja Banda Aceh yang posisinya sedang tertinggal dari PSPS di babak pertama.
“Jadi kita harapkan liga Indonesia semakin baik lah, bahwa tidak ada lagi hal-hal kuno seperti itu. Kalau memang lagi kalah atau tertinggal atau segala macam kita harus tetap menyelesaikan pertandingan dengan aman, nyaman dan juga sesuai regulasi,” pungkasnya.































